el-Bukhari Institute Adakan Kursus Singkat Pemahaman Hadis Berbasis Maqasid Syariah

0
128

BincangSyariah.Com – Kamis (17/11) el-Bukhari Institute (eBI) bersama International Institute for Hadis Sciences Darus Sunnah mulai mengadakan kursus singkat pemahaman hadis berbasis Maqasid Syariah dengan narasumber Hamid Slimi, dosen tamu di UIN Jakarta yang berasal dari Kanada.

Shofin Sugito, Doktor lulusan Maroko, dalam sambutannya menyampaikan bahwa disiplin Maqashid Syariah lahir dari negara-negara Arab Magrib, seperti Maroko, Tunisia. Menurut wakil pimpinan Darus Sunnah ini, studi Maqashid Syariah belum menjadi bidang ilmu tersendiri dalam dunia akademik di Indonesia. Studi ini masih masuk dalam rumpun ilmu Usul Fikih. Oleh karena itu, menurut pria asal Kudus ini, short course ini sangat penting dan bermanfaat sekali dalam konteks pengembangan kelimuan di Indonesia.

Acara ini diinisiasi langsung oleh Dr. Hamid Slimi, Direktur Canadian Center for Deen Studies. Pria berdarah Maroko ini berkeinginan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang pentingnya memahami hadis-hadis Rasulullah Saw. dengan perspektif Maqasid Syariah. Dengan menggandeng el-Bukhari Institute, Lembaga Kajian dan Penelitian Rasionalika Darus Sunnah, serta SIDS Darus Sunnah selaku penyokong media, dengan tajuk “dauratun ‘ilmiyyatun fi fahm al-sunnah al-nabawiyyah ‘alaa dhou’i qawaa’id wa maqaashid al-syarii’ah“.

Acara ini akan berlangsung selama 5 minggu setiap kamis malam, mulai 17 November 2016 hingga 15 Desember 2016. “Acara ini hanya 2 jam setiap malamnya, dari pukul 20.00 hingga 22.00,” papar Abdul Karim Munte, Direktur eBI sekaligus penyelanggara acara. “Kami berharap, di akhir pertemuan kursus singkat ini, para peserta dapat menghasilkan kontribusinya berupa tulisan ringan maupun serius mengenai diskursus maqashid syariah dengan pendekatan apa pun,” pungkas pria asal Medan ini.

“Pesertanya sudah mencapai 50 orang, baik mahasantri dan alumni Darus-Sunnah, mahasiswa Pascasarjana, hingga beberapa dosen di UIN. Ini sesuai dengan yang kita rencanakan, karena kami ingin setiap pertemuan tetap kondusif untuk belajar dan berdiskusi. Kami mensyaratkan peserta membuat paper dan membayar 50rb, sebagai tanda kseriusan mengikuti acara sampai akhir,” papar Zainul, ketua Rasionalika yang juga menjadi panitia penyelenggara.

Baca Juga :  Geneologi Teori-teori Maqashid Syariah Setelah Masa Sahabat

Sementara itu, menurut Syekh Slimi, memahami Sunah Nabi merupakan salah satu pondasi penting dalam menemukan maqashid syariah yang diharapkan untuk kemaslahatan manusia, di antaranya berupa keadilan. Menurut pria berdarah Maroko ini, keadilan merupakan barometer utama dalam menentukan ditegakkaannya syariat Allah atau tidak. Sekali pun di negara yang mayoritas non-Muslim, namun keadilan ditegakkan, maka di situlah terdapat syariat Allah. Namun sebaliknya, formalisasi hukum Islam belum tentu syariat Allah itu tegak jika tidak ada keadilan di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.