Dzul Khuwaishirah; Dua Orang Arab Badui yang Berani Tak Sopan pada Nabi

0
1440

BincangSyariah.Com – Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalin dalam kitab Nuzhatul Albab fil Alqab menyebutkan bahwa ada dua nama Dzul Khuwaishirah di masa Rasulullah saw. Pertama, Dzul Khuwaishirah al-Tamimi; bapak kaum Khawarij, dan kedua, Dzul Khuwaishirah al-Yamani, yang dikenal dungu, keras kepala, takberetika, serta pernah mengencingi masjid Nabawi. Tidak begitu banyak sejarawan yang mencatat kisah keduanya.

Terkait Dzul Khuwashirah yang pertama, banyak riwayat menjelaskan mengenai sikap tidak sopannya pada Nabi. Suatu saat usai perang Hunain, Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan perang pada para sahabat. Dzul Khuwaishirah al-Tamimi tiba-tiba datang menghadap Rasulullah saw. Saat sudah bertemu, ia bilang demikian pada Rasulullah, “Hei Muhammad, bersikaplah yang adil.” “Lah, kalua saya tidak berbuat adil, memang siapa yang lebih adil dari saya?! Anda pasti akan merugi bila saya tidak adil!” respon kalem Rasulullah pada Dzul Khuwaishirah.

Sahabat Umar yang saat itu berada dekat Rasulullah saw. pun geram dan ingin memenggal Dzul Khuwaishirah yang tidak sopan tersebut. “Jangan, Umar. Biarkan saja,” respon santai Rasulullah saw.

Dzul Khuwaishirah yang kedua juga pernah berbuat tidak sopan pada Rasulullah saw. Suatu saat Dzul Khuwaishirah ini pernah masuk ke masjid dan kencing di dalamnya. Para sahabat pun geram atas perilaku kurang ajar tersebut. Namun, Rasulullah saw. tidak emosi menanggapinya. “Sudah, biarkan saja dia menyelesaikan kencingnya, lalu banjurlah bekas kencing itu dengan sewadah air,” nasihat Nabi untuk para sahabat.

Lebih kurang ajar lagi, Dzul Khuwaishirah al-Yamani ini berkata demikian saat berada di hadapan Rasulullah, “Allah akan memasukkan saya dan engkau ke surge, tapi Allah tak akan memasukkan selain kita ke surga.” “Waduh, perkataan Anda ini bahaya sekali!” sesal Rasulullah saw. pada orang Arab Badui tersebut.

Baca Juga :  Hampir Dipukuli karena Dituduh Mencuri, Sahabat Nabi Ini Selamat karena Shalawat

Dari dua kisah tersebut Rasulullah saw. mengajarkan pada umatnya untuk tetap bersikap lemah lembut terhadap orang yang telah menyakiti perasaan kita, bahkan terhadap orang yang berani mengotori masjid dengan kencingnya. Sebagai umatnya, semoga kita dapat meneladani sikap bijak Rasulullah saw. Wallahualam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here