Dulu Ada Baitul Hikmah, Sekarang Ada Islamic Book Fair

0
255

BincangSyariah.Com – Sebuah peradaban unggul didirikan dengan budaya literasi bangsanya yang kuat. Di era Dinasti Abbasiyah, muncul tokoh-tokoh Islam yang mendunia berkat perkembangan literasi perpustakaan Baitul Hikmah. Kalau dulu ada Baitul Hikmah, kini Indonesia punya potensi tumbuhkan literasi Islami lewat Islamic Book Fair.

Pada masa Baitul Hikmah, tokoh-tokoh Islam yang terkenal berkat budaya literasi yang dikembangkan Dinasti Abbasiyah antara lain Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Maliki, hingga Imam Hanafi. Budaya literasi menjadikan masyarakat kian bertumbuh menuju peradaban ulung.

Di Eropa misalnya, era abad pertengahan atau Renaissance, tumbuh kembang sains dan teknologi dipacu lewat budaya literasi. Eksplorasi lewat sains menembus batas dimensi pikiran manusia yang awalnya hanya fokus di mana kaki berpijak. Singkat kata, sains membawa peradaban Eropa mengeksplorasi dunia hingga menembus ke luar angkasa.

Jauh sebelum Renaissance, Baitul Hikmah menaruh andil besar dalam eskalasi ilmu pengetahuan. Akar muasal sains modern sebelum berkembang, kiblatnya ada di Abbasiyah lewat Baitul Hikmah. Budaya literasi dikembangkan dengan terus memproduksi ilmuan yang cerdas membangkitkan bangsa.

Era berganti, beberapa peninggalan sejarah literasi sesungguhnya selalu kita nikmati hingga hari ini. Jika dihitung, sedari bangun tidur, tubuh kita sudah tersentuh dengan sumbangsih para ilmuwan dan pakar-pakar ilmu. Saat ini, bagaimana dengan kita? Di saat eksplorasi ilmu pengetahuan sudah terjelajahi, apa budaya literasi masih relevan saat ini?

Jawabannya, tentu saja. Seperti bumi yang selalu hidup dan bergerak, manusia juga tidak bisa berhenti di satu waktu tertentu tanpa menggali ilmu pengetahuan. Dengan literasi sebagai mediumnya, ilmu pengetahuan dapat kita hadapi. Terlebih saat ini, Indonesia tengah menghadapi era teknologi 4.0 yang mana mengandalkan sumber daya manusia (SDM) sebagai ujung tombaknya. .

Baca Juga :  Enam Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rajab

Sesuai firman pertama Allah kepada Rasulullah tentang perintah membaca, alangkah baiknya sebagai umat Muslim kita terus memacu diri kita untuk terus aktif menelaah, membaca, dan mengkaji lewat medium-medium literasi yang baik.

Untuk itu, sebagai umat Muslim, Penulis cukup bangga dengan eksistensi Islamic Book Fair di Indonesia. Sejak dimulai pada 2001 silam, Islamic Book Fair sukses menjadi penggerak literasi di kalangan Muslim Indonesia. Bahkan gaung Islamic Book Fair kini telah merambah ke mancanegara dengan koleksi jutaan buku yang ada.

Dalam hal ini, penulis juga mengapresiasi el-Bukhari Institute yang terus konsisten dalam menerbitkan buku-buku berkualitas dengan segmentasi pembaca Muslim yang moderat. Semoga semua jerih payah penulis, pelaku industri percetakan, serta tim redaksi dan editing mendapat ganjaran yang setimpal dari kerja keras yang diraih. Mari kembangkan dunia literasi kita layaknya generasi Baitul Hikmah. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here