Dua Syair Berbahasa Arab tentang Kemerdekaan Indonesia

1
15

BincangSyariah.Com – Dalam sejarah panjang kemerdekaan Indonesia, salah satu yang kita kenal adalah lagu-lagu yang berisi semangat kemerdekaan atau yang mengapresiasi pencapaian Indonesia menjadi sebuah bangsa yang akhirnya secara de facto di 17 Agustus 1945 terbebas dari penjajahan. Lagu-lagu kemerdekaan, yang adalah bagian dari karya seni sastra pada syair-syairnya, pun marak diperdengarkan bahkan sampai saat ini. Namun pertanyaannya, mengapa hampir seluruh lagunya berbahasa yang kita sebut sekarang sebagai bahasa Indonesia?

Padahal, dengan sejarah panjang masyarakat Nusantara yang sebenarnya sejak dulu sudah kosmopolitan, beragam, dan berinteraksi dengan berbagai suku bangsa, ketika pada akhirnya masyarakatnya bersatu sebagai sebuah bangsa bernama Indonesia dan terbebas dari penjajahan, apakah ekspresi seni yang mengapresiasi dalam bentuk lagunya, hanya dalam bahasa Indonesia saja? Kira-kira, itulah yang dicoba dijawab oleh M. Fahmi Saefuddin, dalam tesisnya yang berjudul  yang mengulas dua syair berbahasa Arab yang mengapresiasi kemerdekaan karya dua ulama asal Kudus, Jawa Tengah dan pulau garam, Madura. Seperti apa struktur, isi, dan konteks historis dalam syair tersebut?

Baca Juga :  Mengenang Mbah Moen Wafat, Seorang Santri Menulis Syair Mengenang Beliau

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here