Dua Mata yang Tidak Disentuh Api Neraka

0
2034

BincangSyariah.Com – Sebuah ketetapan dalam Al Qur’an jika tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak mendatangi sebuah tempat yang bernama neraka, kecuali orang yang diselamatkan oleh Allah karena ketakwaannya. Dan diantara orang yang diselamatkan Allah karena ketakwaannya adalah orang yang menangis karena takut kepada Allah dan orang yang berjaga dalam perang karena Allah. Dalam Syaraful Ummah Al Muhammadiyah disebutkan:

عينان لا تمسهما النار عين بكت من خشية الله وعين باتت تحرس في سبيل الله

Dua Mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka adalah mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dalam perang sabilillah (HR At Tirmidzi)

Dua mata yang manangis karena takut kepada Allah itu merupakan bukti iman yang tidak bisa direkayasa. Dua mata itu tak bisa menahan bendungan air matanya disaat ia mengingat berbagai dosa dan maksiat yang telah lalu tangisan seperi inilah yang sering dikenal dengan tangisan keimanan. Tetesan air mata tersebut berada dalam naungan kecintaan Allah, yang membuat Allah ridha kepadanya dan neraka tak sudi menyentuhnya.

Terkadang menangis adalah sebuah obat untuk banyak penyakit, akan tetapi menangis yang disebabkan oleh rasa takut kepada Allah. Hasil riset yang dipublikasiakn dalam American Journal of Psychology juga menunjukkan bahwa memang keadaan hati itu semakin membaik dan menjadi tenang setelah menangis. Begitu juga menangis karena takut kepada Allah menyebabkan seseorang semakin khusyuk dalam beribadah kepada Allah dan membuatnya lupa akan setiap kecemasan hidup. Senada dengan ayat QS Al Iisra ayat 109:

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’

Selanjutnya adalah dua mata yang terjaga dalam perang fisabillah. Untuk konteks sekarang, makna tersebut bukan hanya berperang dan mati di jalan Allah. tetapi hidup dan terjaga di jalan Allah. Sebagimana keterangan Zainuddin Al Malibari dalam Fathul Muin yang juga ditambahkan oleh Syatha Ad Dimyathi dalam I’anah At Thalibin bahwa jihad itu tidak melulu tentang peperangan. Membantu mereka yang memiliki kekurangan seperti belum berilmu dan melawan hawa nafsu sendiri juga terbilang jihad fisabilillah.  Dengan begitu, barangsiapa yang malamnya terjaga untuk hidup di jalan Allah maka api neraka tidak akan menyentuhnya.

Baca Juga :  Ini Hikmah Manusia Diberi Ujian dan Cobaan

Pemaparan di atas bisa dijadikan motivasi untuk kita semua agar bisa menjadi muslim yang lebih baik lagi, yang menangisnya disebabkan oleh rasa takut kepada Allah, bukan karena khatam menonton serial drama korea. Begitu juga dengan semangat kita dalam jihad menghidupkan agama Allah, semoga semakin kuat menjaganya dan menjadi manusia yang aman dari api neraka. amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here