Ini Dua Golongan Umat Manusia yang Paling Dibenci Allah Menurut Ali bin Abi Thalib

2
1624

BincangSyariah.Com—Ia adalah Ali bin Abi Thalib. Sang Khalifah keempat umat muslim yang dilahirkan pada 13 Rajab 21 SH dan meninggal dunia pada 21 Ramadhan 40 H. (Baca: Wasiat Ali bin Abi Thalib pada Orang yang Membunuhnya)

Sebagaimana disebutkan dalam Najhul Balaghah karya Syekh Syarif Radhi (w. 1015 M) yang kemudian disyarah oleh Syekh Muhammad Abduh (w. 1905 M), Ali bin Abi Thalib merupakan sosok saudara sekaligus sahabat Nabi SAW yang sangat suci jiwanya, prilaku yang terpuji, keluhuran nasab, kemuliaan hati, tangguh dalam medan peperangan, dan terkenal memiliki beribu pesan mendalam dalam setiap kata dan tindakannya. Allah Yarham.

Al-Kisah, pernah suatu saat ada orang yang datang kepada Ali bin Abi Thalib untuk meminta beberapa petuah prihal prilaku ketidakadilan yang ia alami. Dengan pembawaan yang sangat santai, Ali bin Abu Thalib kemudian memulai untuk menjawab dan menjelaskannya.

Pada dasarnya, di dunia ini terdapat dua golongan umat manusia yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Pertama, adalah golongan umat yang mengabdikan dirinya pada hawa nafsu.  Mereka yang berada dalam golongan ini sangat menyukai prilaku menyimpang dari jalan Allah, senang berbicara bid’ah, dan sering kali mengundang orang lain untuk mengikuti jalannya yang salah.

Masih dalam golongan yang pertama, meskipun dalam mempelajari prihal dasar saja belum tuntas dan bahkan belum memulainya sama sekali, ia sibuk menyiarkan berita kebohongan, kemungkaran dan bahkan kesesatan. Dan oleh karena itu, mereka yang ada dalam golongan yang pertama merupakan gangguan bagi orang yang terpikat dengannya.

Kedua, adalah golongan umat yang memungut kejahilan. Artinya ia bergerak dalam di kalangan orang jahil, tidak sama sekali merasakan akan tebalnya suatu bencana, dan buta akan maslahat kedamaian.

Baca Juga :  Sikap Ekstrim Muhammad bin Tumart dalam Berdakwah

Mereka akan menamakan dirinya sebagai seorang yang berilmu meskipun pada kenyataannya tidak. Kebanyakan mereka akan keluar di pagi hari untuk mengumpulkan hal-hal yang mungkin akan dapat memuaskan dahaganya dengan hal-hal yang sangat tidak bermakna.

Dan ketika ada orang yang datang mengajukan sebuah masalah ganda kepadanya, ia menjawabnya dengan argumen yang sesuai dengan kehendaknya sendiri tanpa didasari pada basis keilmuan yang dimilikinya.

Dengan segala jawaban yang telah ia berikan tersebut, mereka akan menciptakan lingkaran penganut dan mempopulerkan hukum keagamaan yang mengada-ada. Kesesatan dan kesalahannya tidak terbatas pada dirinya sendiri, melainkan akan menjadi sebuah pohon besar yang nantinya akan memberikan perlindungan kepada orang-orang sesat yang akan terus berlipat ganda. Dan oleh karena itu, orang-orang inilah yang kemudian menjadi sumber yang sesungguhnya yang harus dihindari dan untuknya dosa-dosa orang lain dilimpahkan. Sebagaimana firman-Nya:

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa-dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri…” (Q.S. al-Ankabuut [29]: 13).

Semoga kita tidaklah masuk dalam dua golongan umat yang paling dibenci oleh Allah SWT. Aminnn.

Wallahu’alam…

2 KOMENTAR

  1. gimana klo contoh prilakunya diberikan juga yang kekinian. yang terjadi saat ini. tanpa menyebut nama atau institusi misalnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here