Dinasti Mamluk: Kerajaan Budak Turki di Mesir

0
1740

BincangSyariah.Com – Pada abad ke-13 Masehi, saat Islam mengalami perpecahan politik muncullah sebuah dinasti Islam. Dinasti tersebut bernama Dinasti Mamluk atau terkadang disebut Mamalik. Sebuah dinasti yang didirkan oleh kaum budak Turki karena lafaz “Mamluk” berarti budak.

Mamluk Bahri dan Mamluk Burji

Dinasti ini berdiri di dua tempat yaitu India yang didirikan oleh Quthbuddin Aybak (1206-1290) dan di Mesir (1250-1517). Namun Dinasti Mamluk yang lebih terkenal adalah Dinasti Mamluk yang berada di Mesir. Ada dua golongan budak Turki yang mendirikan dan menjalankan pemerintahan di dinasti ini, yakni Mamluk Bahri (1250-1390) dan Mamluk Burji (1382-1517).

Mamluk Bahri adalah golongan budak yang didatangkan dari Kaukasus, di perbatasan Rusia dan Turki oleh Sultan Malik as-Shaleh, penguasa Dinasti Ayyubiyah kala itu. Mereka dijadikan pengawal untuk berlangsungnya keamanan pemerintahan Malik as-Shaleh sampai akhirnya beliau wafat pada tahun 1249 M dan digantikan oleh putranya, Turansyah.

Dari situlah berdirinya Dinasti Mamluk, yakni saat Turansyah dibunuh oleh kaum Mamluk Bahri atas dasar ketidaksukaannya terhadap Turansyah. Kemudian kaum Mamluk Bahri mendirikan dinasti di Mesir dan yang menjadi sultan pertama ialah Izzudin Aybak. Sedangkan kaum Mamluk Burji didatangkan dari Syirkasiah (Turki) oleh penguasa Mamluk saat itu, Sultan Qalawun (1279-1290).

Penamaan Mamluk Bahri dan Mamluk Burji adalah berdasarkan pada tempat di mana mereka ditempatkan saat pertama kali didatangkan dari Turki. Adapun Mamluk Bahri yang didatangkan Sultan Malik as-Shaleh itu ditempatkan di barak militer dekat sungai Nil yang juga disebut laut (al-bahr). Sebab itulah mereka dinamai Mamluk Bahri. Sedangkan Mamluk Burji didatangkan oleh Sultan Qalawun dan ditempatkan di menara (buruj), sehingga disebut Mamluk Burji

Baca Juga :  Sejarah Baitul Mal pada Masa Awal Islam

Kaum Pasukan Militer

Kaum Mamluk pada dasarnya adalah pasukan militer. Maka sistem pemerintahan mereka bersifat oligarki dan militer dan tidak menggunakan sistem monarki. Siapapun yang unggul dalam kemiliteran, ialah yang akan terpilih menjadi sultan. Sampai akhirnya sistem pemilihan pemimpin berubah menjadi sistem monarki semenjak Sultan Qalawun memimpin. Ia menurunkan takhta kerajaan sampai empat generasinya, hingga akhirnya perpecahan terjadi karena perebutan kekuasaan di antara keturunannya itu.

Terdapat seorang sultan yang terkenal di antara 47 orang yang pernah memimpin Dinasti Mamluk. Ialah Sultan Baybars yang menduduki sultan keempat (1260-1277). Ia dianggap sebagai pembangun hakiki Dinasti Mamluk karena ia adalah pemimpin yang cerdas dan tangguh. Baybars membangun pemerintahan dengan sangat baik. Ia mengembangkan Mazhab Sunni. Baybars juga menjalin hubungan yang baik dengan Kesultanan Delhi, Konstatinopel, Sisilia dan Kesultanan Mogul.

Puncak Kejayaan

Dinasti ini pun pada masa kepemimpinan Sultan Baybars mencapai kejayaannya. Terlihat dari perekonomian dan perdagangan yang sangat maju. Sehingga Kairo saat itu menjadi jalur perdagangan penting bagi Asia Barat dan Laut Tengah. Begitu juga dengan keilmuan, terlihat dari berkembangnya berbagai cabang ilmu seperti sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu agama. Pada masa itulah muncul nama-nama ilmuwan seperti Ibnu Khaldun (sejarah), Nasiruddin at-Tusi (astronomi), dan Ibnu Taimiyah (agama).

Selain perkembangan ekonomi, perdagangan dan keilmuan, hal yang nampak maju pesat dan berkembang di Mesir saat Dinasti Mamluk berdiri ialah seni arsitektur. Hal tersebut terbukti dari pembangunan gedung-gedung monumental di setiap pemerintahan seperti madrasah, masjid, dan mausoleum. Dinasti Mamluk juga pernah turut menyempurnakan Masjid Nabawi di Madinah dan membuat pagar di makam Nabi Muhammad SAW. Selain tempat ibadah dan belajar, Sultan Qalawun, salah satu pemimpin di Dinasti Mamluk juga pernah membangun sebuah rumah sakit.

Baca Juga :  Syair Keitimewaan Perangai Nabi Muhammad Gubahan Ulama

Era Kemunduran

Dinasti ini berakhir disebabkan melemahnya pemerintahan semenjak kepemimpinan dipegang oleh Mamluk Burji yang pada dasarnya mereka tidak memiliki pengetahuan tentang mengatur pemeirntahan kecuali miiter. Hal ini menjadi kesempatan bagi Kerajaan Usmani untuk merebut wilayah Mesir. Hingga pada tahun 1517 Kerajaan Usmani berhasil merebut wilayah Mesir dari Dinasti Mamluk dan berakhirlah dinasti ini. Dinasti ini meninggalkan bangunan yang utuh hingga saat ini, yaitu Masjid Qait Bay di Kairo yang dibangun sekitar tahun 1472-1474

Diolah dari Ensiklopedia Islam Populer terbitan PT ICHTIAR BARU VAN HOEVE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here