Dinasti Idrisiyah: Dinasti Keturunan Nabi Muhammad di Barat Afrika

0
1160

BincangSyariah.Com – Bersamaan dengan berlangsungnya kepemimpinan Islam di Baghdad oleh Dinasti Abbasiyah, berdiri pula sebuah dinasti pertama di Maroko yang beraliran Syiah bernama Dinasti Idrisiyah. Dinasti tersebut pertama kali berdiri pada tahun 789 M, yang berarti saat itu Dinasti Abbasiyah berada di bawah kepemimpinan Harun ar-Rasyid.

Seperti yang telah dibahas, bahwa sistem khilafah yang terjadi sepeninggalan Khulafaurrasyidin mulai menjadi lagi tunggal. Sudah banyak beberapa dinasti dengan sistem pemerintahan Islam di berbagai negara. Sistem khilafah yang terjadi bukan lagi dengan mengakui satu orang sebagai pemimpin Islam tertinggi di dunia. Tetapi beberapa negara yang berbeda memiliki dinastinya masing-masing. Bahkan saling berebut wilayah kekuasaan.

Sebelum Maroko menjadi wilayah kekuasaan Dinasti Idrisiyah, tempat tersebut menjadi wilayah yang didominasi oleh aliran Khawarij. Dinasti ini berkembang dan mempertahankan kekuasannya di wilayah Afrika Utara selama dua abad. Dinasti ini  berhasil menyebarkan paham Syiah di wilayah kekuasaanya dan berperan dalam menyebarkan kultur Islam di kalangan masyarakat suku Berber, yang dua abad kemudian berbalik menjadi pemberontak dan berupaya untuk meruntuhkan Dinasti Idrisiyah.

Dinasti Idrisiyah didirikan oleh Idris I bin Abdullah yang merupakan cucu dari Hasan bin Ali bin Abi Talib. Itulah sebabnya paham yang dianut dan disebarkannya di Maroko adalah paham Syiah. Keyakinan dari keturunan Idris I adalah yang pantas memegang kekuasaan Islam sepeninggalan Nabi adalah Ali bin Abi Thalib, bukan Abu Bakar As-shiddiq.

Maka segala upaya untuk mewujudkan kekuasaan menjelma menjadi peristiwa pemberontakan kepada pemimpin yang berkuasa kala itu. Bahkan sepeninggalan Ali bin Abi Thalib, pengikut Ali berupaya untuk mempertahankan agar jabatan khilafah dipegang oleh mereka. Tetapi usaha mereka gagal hingga akhirnya Bani Umayyah berkuasa.

Baca Juga :  Kerajaan Sanhajiah: Kerajaan Islam Milik Pemuka Kaum Amazigh

Idris I bin Abdullah juga pernah melakukan perlawanan terhadap Dinasti Abbasiyah dan berupaya merenggut kekuasaan, tetapi gagal. Kegagalan tersebut akhirnya membuat ia pergi ke Afrika Utara, menetap di Fez dan mendirikan dinastinya sendiri serta menjadikan paham Syiah sebagai teologi yang dianut. Lalu ia juga memperluas wilayah kekuasaannya di wilayah Afrika utara dan sekitarnya.

Idris I bin Abdullah membagikan kekuasaan atas wilayah-wilayah dinastinya kepada saudara-saudaranya. Hal tersebut bertujuan agar pemegang kekuasaan dinasti tetap dipegang oleh orang-orang Syiah. Tetapi kebijakan tersebut justru menjadi bumerang bagi mereka akibat sengketa dan pemberontakan yang di muncul di kalangan keluarga. Dinasti Idrisiyah akhirnya mengalami situasi yang lemah dalam perpolitikannya dan menjadi mudah diserang oleh musuh mereka, yakni suku-suku Berber.

Pemerintah Idrisiyah berpusat di Fez yang kemudian dikembangkan oleh Muhammad, anak Idris I yang tertua. Kota ini berkembang begitu pesat sehingga menarik para imigran muslim dari Spanyol dan daerah Afrika lainnya. Selain menjadi pusat pemerintahan ia juga menjadi tempat tinggal Shorfa, yaitu orang-orang terhormat keturunan cucu Nabi SAW, Hasan  bin Ali bin Abi Thalib dan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Dinasti Idrisiyah akhirnya memiliki peran besar dalam mengembangkan dan menyebarkan paham Syiah di wilayah Afrika Utara. Kekuasaan Dinasti Idrisiyah meliputi  sebagian wilayah Maroko dan Aljazair.

Era Kemunduran

Dinasti Idrisiyah mulai mengalami kemunduran setelah Khalifah Harun ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah mengangkat Ibrahim bin Aglab, seorang dari Bani Taglib, yang beraliran Sunni sebagai gubernur Afrika Utara. Idrisiyah pun akhirnya digantikan oleh Bani Taglib.

Dinasti ini meninggalkan jejak berupa Mausoleum Idris I yang menjadi tempat suci, makam dan situs bersejarah di Maroko. Beberapa pengunjung yang mendatangi tempat ini memiliki berbagai tujuan seperti mengharapkan berkah dengan menyentuh salah satu makam, melakukan penelitian dan mempelajari sejarahnya.

Baca Juga :  Teladan Sifat Nabi untuk Perbaiki Moral Bangsa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here