Dinamika dan Sejarah Islam di Azerbaijan

0
237

BincangSyariah.com- Dunia sedang menyoroti Azerbaijan di tengah krisis militer yang terjadi antara Negara tersebut dengan Armenia. Boleh jadi banyak orang yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan Negara ini, apalagi statusnya sebagai Negara dengan mayoritas penduduk beragama islam.

Altay Goyushov, peneliti sejarah di Baku State University, dalam buku Islam In Azerbaijan, Historical Background, menjelaskan kalau pengaruh Islam telah masuk ke wilayah yang saat ini menjadi territorial Negara Azebaijan sejak abad ke-7 Masehi, atau abad pertama dalam perhitungan Hijriah. Namun sejak saat itu ada berbagai dinamika yang terjadi di sana baik dilatarbelakangi oleh faktor agama,etnis, dan politik, yang turut berpengaruh terhadap keadaan Negara Azerbaijan saat ini.

Warna dan corak keislaman yang berlaku di Azerbaijan senantiasa mengalami dinamika yang sangat fluktuatif, khususnya dipengaruhi oleh kekuatan politik yang berkuasa di sana. Pada abad ke-11 Masehi, kawasan Azerbaijan pernah dikuasai oleh Dinasti Turki Seljuk. Pengaruh Seljuk membuat Islam Sunni menjadi corak pegangan umum masyarakat kala itu, selain itu corak pemikiran hukum yang berkembang adalah mazhab Hanafi..

Pengaruh Sunni tertanam dengan kuat selama lima abad hingga kebangkitan dinasti Safawy yang bercorak Syi’ah. Pada masa ini, komposisi masyarakat terbagi menjadi Sunni dan Syi’ah dan gesekan di tubuh masyarakat timbu tenggelam selama sekian lama. keadaan ini baru berubah ketika wilayah ini jatuh dalam taklukan Rusia pada abad ke19. Setelah itu masyarakat Muslim di sana lebih dominan memiliki pandangan yang sekuler. Apalagi pandangan sekuler juga menjadi landasan kekuasaan politik Rusia.

Setelah kejatuhan Rezim Tsar Rusia, Azerbaijan sempat berdiri sebagai republik demokrasi selama beberapa saat, sebelum kembali jatuh dalam kekuasaan rezim komunis Uni Soviet.

Baca Juga :  Biografi Ibn Rusyd: Sosok Ulama, Dokter, dan Filosof Sekaligus

Sebelum masuknya pengaruh Islam, wilayah Azerbaijan merupakan wilayah kekuasaan imperium Sassanid yang dominan dengan pengaruh Zoroasterisme, dan dinasti Mikhranid yang beragama Kristen. Kedua entitas politik ini dikalahkan oleh kekhalifahan Bani Umayyah, pada pertengahan abad ke-8, kekuasaan beralih ke tangan Bani Abbasiyah, proses Islamisasi berjalan secara lebih kuat pada masa ini.

Meski demikian, dalam kekuasaan Abbasiyah tidak ada pengaruh dominan yang memuncak dalam corak keisalaman yang berlaku. Corak Syiah Zaidiyah dan ismailiyah, serta Sunni Syafi’I dan Hanafi sama-sama mendapatkan tempat dan pengikut.

Corak tunggal yang dominan baru muncul pada masa kekuasaan Turki Seljuk di awal abad ke-11 Masehi. Pengaruh Sunni dan Mazhab hanafi menjadi pegangan resmi Negara.

Warna keislaman berubah secara signifikan pada abad ke-13 setelah serangan bangsa Mongol yang turut menaklukan wilayah Azerbaijan. Namun meski Imperium Mongol yang mendominasi aspirasi dan kebijakan politik saat itu, mereka secara longgar dan toleran membiarkan berbagai keyakinan dan warna pemikiran agama dalam masyarakat.

Setelah pengaruh Mongol melemah, ada beberapa entitas politik local dengan skala kecil yang berkuasa. Masing-masing mengusung warna dan mazhab yang berbeda. Pada abad ke-16, berbagai kekuatan politik lokal disatukan di bawah kekuasaan Dinasti Safawi yang mengusung mazhab Syiah Ismailiyah, mazhab ini sekaligus menjadi pegangan resmi dan mayoritas.

Wilayah Azerbaijan pernah menjadi pembatas antara pengaruh Ottoman dan Safawi, sehingga warna keislaman juga terpecah menjadi dua. Keadaan cenderung tidak berubah hingga penaklukan Rusia pada abad ke-19. Rezim Tsar Rusia cenderung tidak ikut campur dalam urusan keagamaan. Kedua entitas warna keislaman baik Sunni dan Syiah diatur dan diizinkan memiliki otoritas dan kelembagaan masing-masing. Di bawah pengaruh Rusia, masyarakat cenderung menjadi sekuler. Kalangan terdidik yang sekuler kebanyakan menjadi tokoh-tokoh yang berpengaruh. kurikulum pendidikan yang berlaku adalah kurikulum sekuler. Beberapa tokoh juga menyuarakan gerakan sekulerisasi dan kampanye anti-Islam.

Baca Juga :  Jejak Islam di Dunia: Muslim di Rusia dan Hikayat Sahabat Nabi Mengislamkan Raja Bolghar

Pada tahun 1920, Azerbaijan jatuh dalam kekuasaan rezim Komunis Soviet, meskipun sempat memproklamirkan kemerdekaan dua tahun sebelumnya. Di bawah kekuasaan Komunis, keagamaan benar-benar ditekan, masjid ditutup dan ekspresi keagamaan dilarang untuk ditampilkan di depan publik. (disarikan dari tulisan ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here