Di Padang Mahsyar Semua Manusia Merasakan Kelaparan dan Kehausan, Kecuali Lima Golongan Ini

0
2863

BincangSyariah.Com – Banyak hadis yang dikutip oleh ulama tentang gambaran bagaimana mencekamnya suasana di mahsyar nanti. Salah satunya sebagaimana yang dikutip oleh Syekh Al-Imam Abdurrahim bin Ahmad Al-Qadhi dalam kitabnya Daqoiqul Akhbar (h-27). Dalam kutipan tersebut Nabi bersabda bahwa semua manusia akan berkumpul di mahsyar selama empat puluh tahun.

Mereka tidak makan dan tidak minum. Sebagaimana yang digambarkan dalam kitab tersebut, mahsyar adalah tempat yang gersang dan sangat panas tidak mungkin ada tumbuhan yang hidup di tempat itu sehingga makanan atau pun minuman tak tersedia. Tentu tak dapat dibayangkan bagaimana lapar dan hausnya manusia. Sungguh dahaga sangat menyiksa mereka pada saat itu.

Namun, ada lima golongan yang selamat dari lapar dan haus.

وكل الناس جائع يومئذ الااللأنبياء وأهل بيتهم وصائمى رجب وشعبان ورمضان لأنهم شباع لا جوع بهم ولا عطش دقائق الأخبار: ٢٨

Setiap manusia kelaparan pada saat itu ( di mahsyar ) kecuali para nabi, ahlul bait, orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab, orang-orang yang berpuasa di bulan Sya’ban, dan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena mereka kenyang, tidak lapar dan tidak haus.

Kelima golongan yang tidak merasakan kelaparan dan kehausan yang sangat di mahsyar adalah sebagai berikut:

Pertama, para Nabi. Jumlah para nabi tidak dapat diketahui. Para ulama berbeda pendapat. Namun sebagai umat Islam kita harus mengimani bahwa selain para rasul yang dua dua puluh lima ada nabi yang lebih dari jumlah para utusan walaupun jumlah keseluruhan tidak dapat diketahui secara pasti.

Kedua, ahli bait. Mengenai siapa sajakah orang-orang yang termasuk ahlul bait ulama berbeda pendapat. Namun menurut sebagian besar ulama salaf ahlul bait itu adalah istri-istri Nabi, Ali bin Abi Thalib ra. Fatimah binti Rasulullah ra. Hasan bin Ali ra. Husain bin Ali ra.

Baca Juga :  Kronologi Permulaan Datangnya Wahyu kepada Nabi Muhammad

Ketiga, orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab. Bulan Rajab adalan salah satu dari bulan yang diistimewakan Allah. Karena pertama kali malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyempatkan risalah kerasulan Nabi adalah pada bulan Rajab dan pada bulan Rajab pula Nabi isra’ mi’raj sehingga disunahkan berpuasa pada tanggal ke tujuh dan ke dua puluh.

Keempat, orang-orang yang berpuasa di bulan Sya’ban. Selain bulan Rajab, bulan Sya’ban juga bulan yang diistimewakan Allah. Menurut Al-Ghazali dikatakan bulan Sya’ban adalah jalan menuju kebaikan karena lafadz Sya’ban dibentuk dari lafadz syi’bun artinya jalan di gunung atau jalan air bah dari atas gunung, maksudnya adalah jalan menuju kebaikan dan keberkahan. Sehingga umat Islam dianjurkan berpuasa di bulan Sya’ban agar memperoleh kebaikan dan keberkahan bak air bah dari atas gunung. (Al-Mukasyafatul qulub h-297).

Kelima, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung. Banyak keistimewaan yang dijanjikan Allah kepada umat Muhammad. Di antara sekian banyak hukmahnya yang familiar di kalangan umat Islam adalah pada awal bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu surga dan tidak ditutup selama bulan Ramadhan. Kemudian hikmah lainnya yang tak kalah populer adalah lailatur qodar malam seribu bulan.

Itulah lima golongan yang tidak akan merasakan lapar dan haus di pasang Mahsyar nanti. Bagi umat Islam secara umum (selain para nabi dan ahlul bait) berpuasalah di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan maka insyaallah nanti di mahsyar tidak akan lapar dan haus. Karena tiga bulan itu adalah bulan yang agung. Sebagaimana sabda Nabi, Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban bukanku dan Ramadhan bulan umatku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here