Dhuba’ah binti ‘Amir: Perempuan Tercantik di Mekkah yang Hampir Dinikahi Rasulullah

0
46

BincangSyariah.Com – Dalam salah satu satu acara di Islamic Virtual Fest 2020 lalu, Ustz. M. Khoirul Huda ditanya apakah dalam literatur sejarah Nabi Saw. dapat ditemukan apakah Nabi Saw. pernah mengalami hal-hal yang mungkin dirasakan manusia rasakan hari ini, misalnya jatuh cinta. Ustz. M. Khoirul Huda kemudian menyebutkan sosok bernama Dhuba’ah binti ‘Amir, perempuan yang pernah hendak dilamar oleh Rasulullah Saw. tapi kemudian beliau mengurungkannya.

Kisah tentang Dhuba’ah binti Amir ini diantaranya dapat ditemukan dalam Usud al-Ghabah, sebuah kompilasi profil para sahabat Nabi Saw. yang dikumpulkan oleh Ibn Hajar al-‘Asqalani. Ya, Dhuba’ah menjadi salah seorang sahabat Nabi Saw.

Dhuba’ah memiliki nama lengkap Dhuba’ah binti ‘Amir bin Qarth bin Salamah bin Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Aamir bin Sho’sho’ah. Sebelum memasuki kisah ia hampir dinikahi Rasulullah Saw., ia sudah menikah sebanyak tiga kali. Suami pertamanya abernama Hawdzahh bin ‘Ali al-Hanafi. Ia kemudian wafat namun meninggalkan banyak harta warisan untuk mendiang istrinya, Dhuba’ah.

Dhuba’ah kemudian menikah lagi dengan ‘Abdullah bin Jud’an at-Taymi. Dari pernikahan dengan bin Jud’an ini tidak dikaruniai anak. Dhuba’ah pun meminta cerai kepada ‘Abdullah bin Jud’an.

Pernikahan ketiga Dhuba’ah adalah dengan Hisyam bin al-Mughirah kemudian dikaruniai seorang putra bernama Salamah. Salamah bin Hisyam bin al-Mughirah ini berasal dari keluarga al-Makhzumi dan bersaudara (namun lain ibu) dengan diantara orang yang paling memusuhi Nabi Saw. saat Muhammad Saw. menyatakan sebagai Rasul, yaitu Abu Jahal. Salamah adalah diantara kelompok yang pertama masuk Islam dan sempat hijrah ke Habsyah.

Kembali ke kisah Dhuba’ah, ibu dari Salamah. Dhuba’ah disebutkan sudah dikenal tergolong sebagai wanita Arab yang paling cantik dan menawan. Rambutnya panjang sampai menutupi bagi punggungnya. Fisiknya disebutkan cukup besar, sehingga kalau ia duduk Saat Dhuba’ah sudah masuk Islam itulah, Nabi Saw. hampir melamar Dhuba’ah lewat putranya, Salamah. Salamah pun meminta izin kepada Nabi Saw. agar ia diberi kesempatan dulu untuk berbicara dengan Nabi Saw. Sang anak, Salamah merasa perlu berbicara dengan ibunya karena usianya sang ibu sudah tidak muda lagi.

Rupanya, Salamah benar-benar menemui ibunya untuk meminta izin. Ibunya malah balik memberikan pernyataan,

Apakah sekelas Nabi Muhammad perlu dimintakan izin?” Pergilah dan nikahan ia denganku!

Nabi Saw. pun diceritakan kisah ini oleh Salamah. Rupanya Nabi Saw. mengurungkan niatnya. Demikian kisah Nabi Saw. dengan Dhuba’ah binti Amir, perempuan tercantik di Mekkah yang hampir dinikahi beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here