Definisi dan Pembagian Hadis Marfu’

1
1038

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah nazam al-Imam al-Baiquni menyebutkan bahwa hadis marfu’ adalah hadis yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad Saw, atau dalam istilah beliau wa maa udhiifa lin nabiyyil marfu’u (dan sesuatu yang disandarkan kepada Nabi adalah marfu’). Itu artinya, bahwa setiap hadis yang memiliki sanad atau rangkaian perawi, dan sanad tersebut sampai kepada kepada Nabi Muhammad saw, maka hadis tersebut dikatakan marfu’. (Baca: Cara Tarjih Sanad Hadis Marfu’ dan Mauquf yang Bertentangan)

Hadis marfu’ sendiri memiliki banyak varian yang perlu diketahui oleh pembaca. Pertama adalah marfu’ qauli (perkataan), marfu’ fi’li (perbuatan), marfu’ taqriri (ketetapan), dan marfu’ washfi (sifat). Sedangkan jenisnya ada yang sharih dan ada yang hukmi.

  1. Marfu’ qauli adalah hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw khusus untuk perkataan beliau.

Untuk lebih jelasnya, terdapat sebuah riwayat yang bersumber dari sahabat Anas, beliau mengatakan:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ.

Dari Anas, Nabi saw bersabda: “Tidaklah beriman salah satu dari kalian sampai aku lebih dicintai olehnya dari orang tuanya dan anaknya serta semua orang.” (HR. Muslim)

  1. Marfu’ fi’li adalah hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw khusus untuk perbuatan beliau.

Terdapat sebuah hadis dari ‘Aisyah Ra yang menceritakan kegiatan atau perbuatan Nabi ketika selesai salat subuh.

عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ

Dari ‘Aisyah Ra, ia berkisah: “Dahulu Nabi saw apabila telah usai mengerjakan dua rakaat fajar (salat subuh), Nabi berbaring di atas lambung kanannya (miring ke sebelah kanan).” (HR. Bukhari)

Baca Juga :  Kisah Sahabat Nabi Salman Al-Farisi yang Pernah Patah Hati

Hadis ini berbeda dengan contoh pada hadis pertama di mana ‘Aisyah menceritakan perbuatan Nabi Muhammad, bukan perkataan beliau.

  1. Marfu’ taqriri hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw khusus untuk ketetapan beliau.

Adapun contoh untuk hadis ini adalah kisah yang cukup populer berkenaan dengan “pembiaraan” Nabi melihat sahabatnya, Khalid bin Walid memakan binatang “dhab”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

  1. Marfu’ washfi hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw khusus untuk sifat beliau, baik itu karakter beliau atau fisik beliau.

Berkenaan dengan marfu’ washfi, terdapat sebuah riwayat yang bersumber dari Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari sahabat Anas.

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ ، وَلاَ بِالْقَصِير

“Rasulullah Saw tidaklah tinggi menjulang, dan tidak pula pendek..” (HR. Al-Bukhari)

Hadis ini menceritakan tentang ciri-ciri fisik Rasulullah, itu mengapa ia dikategorikan sebagai marfu’ washfi. Adapula beberapa riwayat yang berkaitan dengan ciri-ciri akhlak Rasulullah saw, itu juga termasuk ke dalam marfu’ washfi.

Empat varian hadis marfu’ di atas adalah hadis marfu’ sharih atau yang jelas marfu’ kepada Nabi Muhammad saw. Namun adapula marfu’ hukmi yaitu yang marfu’ namun tidak begitu jelas bersambung kepad beliau, itu mengapa dinamakan marfu’ hukmi, secara hukum marfu’ kepada Nabi, namun tidak secara jelas. Misalnya ketika sahabat meriwayatkan hadis dan mengatakan: umirna bikadza (kami diperintahkan melakukan ini), nuhina ‘an kadza (kami dilarang melakukan ini), dan banyak redaksi lain yang sejenis itu.

Hadis marfu’ sendiri bukan berarti bisa diterima begitu saja, ia hanya menunjukkan bahwa hadis tersebut bersambung kepada Nabi, dan bukan berarti semua perawinya terpercaya dan tidak ada masalah. Oleh sebab itu hadis marfu’ bisa juga dhaif, hasan, maupun shahih.

Baca Juga :  Ibnu Taymiyyah dan Soal Diutusnya Buddha Menjadi Nabi

Demikian seri hadis marfu’ kali ini, semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here