Darus-Sunnah Kembali Lahirkan Calon-calon Ahli Hadis Indonesia

0
69

BincangSyariah.Com – Sabtu, 20 Juli 2019 kemarin telah lahir kembali calon-calon ahli hadis Indonesia. Mereka adalah mahasantri putra (22) dan putri (14) yang telah menempuh pendidikan takhasusnya di bidang hadis dan ilmu hadis selama empat tahun di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences.

Darus-Sunnah merupakan pondok pesantren khusus mahasiswa yang didirikan oleh ahli hadis Indonesia almarhum KH. Ali Mustafa Ya’qub yang telah wafat di tahun 2016 silam. Kini Ibu Nyai Hj. Ulfah Uswatun Hasanah; istrinya dan putra semata wayangnya Al-Ustadz Zia Ul Haramain lah yang meneruskan perjuangan beliau bersama para ustadz dan ustadzah yang mengabdikan diri di pesantren.

Acara wisuda sarjana hadis ke 17 ini di mulai sekitar pukul 09.00 hingga 13.00  WIB di Syahida Inn Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat Tangerang Selatan. Acara yang berlangsung khidmah ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi di UIN Syarif Hidayatullah dan Institute Ilmu Al-Qur’an, seperti Dr. Faizah Syibromalisi dan Dr. Huzaimah Tahido Yanggo.

Hadir pula dari Duta Besar Irak; Abdullah Hasan Sholih yang juga memberikan sambutan sekaligus amanat kepada para wisudawan dan wisudawati. “Kalian adalah pemegang dari pada tiang agama, kalian harus moderat jangan terlalu keras, kalian harus meluruskan hal-hal yang tidak benar.” Demikian salah satu pesan yang beliau sampaikan.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dari kementrian agama Republik Indonesia, yakni bapak Dr. Mamat Slamet Burhanudin, M.Ag. Beliau sangat bangga dengan pesantren Darus-Sunnah yang merupakan karya terbaik dari KH. Ali Mustafa Ya’qub. Di mana menurut beliau, pesantren Darus-Sunnah tidak sama dengan pesantren pada umumnya karena khusus memperdalam di bidang hadis dan ilmu hadis.

Baca Juga :  Cara Memahami Hadis: Memahami Hadis yang Bertentangan dengan Al-Qur'an (1)

Wisuda kali ini tidak hanya mewisuda mahasantri, tetapi juga mewisuda 27 santri Madrasah Darus-Sunnah yang telah tamat belajar Amtsilati (metode baca kitab kuning) tahap pemula selama dua belas bulan. Bahkan, KH. Taufiqul Hakim selaku pengarang metode Amtsilati turut hadir untuk mewisuda sekaligus menguji kemampuan mereka. Dan sungguh, para hadirin pun dibuat kagum oleh kemampuan mereka yang mampu membaca salah satu kalimat Arab tanpa harakat beserta alasan dan dasar-dasar nadzam alfiyahnya.

Akhiran, semoga para wisudawan dan wisudawati Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences dan wisudawan Amtsilati Madrasah Darus-Sunnah berkah dan manfaat ilmunya baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here