Dalil dan Ragam Bacaan Ta’awwudz Sebelum Membaca Al-Qur’an

1
508

BincangSyariah.Com – Imam As-Suyuthi di dalam kitab Al-Itqan Fi Ulum Al-Qur’an menerangkan bahwa salah satu hal yang disunahkan sebelum membaca Al-Qur’an adalah membaca ta’awwudz/memohon perlindungan kepada Allah swt. Dalil kesunnahannya adalah firman Allah swt.

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98)

Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Q.S. An-Nahl/16: 98)

Adapun ragam bacaan taawudz adalah sebagai berikut.

  1. Bacaan yang lazim diucapkan

 أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk

  1. Bacaan yang diucapkan oleh sekelompok ulama’ salaf

أعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari setan yang terkutuk

  1. Bacaan yang digunakan oleh pengarang kitab Al-Hidayah dari ulama Hanafiyah

اَسْتَعِيْذُ وَنَسْتَعِيْذُ وَاسْتَعَذْتُ

Aku meminta perlindungan, kami meminta perlindungan, atau aku telah meminta perlindungan (kepada Allah dari setan yang terkutuk)

Lafadz tersebut dipilih karena untuk menyesuaikan dari lafadz Al-Qur’an yang menggunakan shighat tersebut.

  1. Dari riwayat Humaid bin Qais,

أَعُوْذُ بِاللهِ الْقَادِرِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْغَادِرِ

Aku berlindung kepada Allah yang maha kuasa dari setan sang penipu

  1. Dari riwayat Abis Samal

أَعُوْذُ بِاللهِ الْقَوِيِّ مِنَ الشَّيْطَانِ الْغَوِيِّ

Aku berlindung kepada Allah yang maha kuat dari setan yang sesat

  1. Dari riwayat suatu kaum

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepada Allah yang maha agung dari setan yang terkutuk

  1. Dari riwayat kaum lainnya

أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ إِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sungguh Allah sang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Baca Juga :  Kisah Nabi Bantu Bangun Gereja, Fiktif atau Fakta?

Imam Al-Khulwani di dalam kitab Jami’nya mengatakan bahwa meminta perlindungan kepada Allah swt. itu tidak ada batasnya. Siapa yang ingin (menambahi) maka ia akan menambahkannya, dan siapa yang ingin (mengurangi) maka ia akan mengurangi (lafadz)nya.

Imam Ibnu Al-Jazari di dalam kitab An-Nasyrnya berkata, “Imam-imam ahli qiraah memilih untuk mengeraskan bacaan taawwudz. Namun ada yang berpendapat untuk melirihkannya. Ada pula yang memilih untuk melirihkan bacaan taawwudz di selain surah Al-Fatihah.

Imam Ibnu Al-Jazari juga menerangkan bahwa para imam-imam ahli qiraat lebih memutlakkan untuk membaca keras bacaan taawwudz. Bahkan imam Abu Syamah mengharuskannya ketika berada di samping orang yang sedang mendengarkan bacaannya.

Imam Ibnu Al-Jazari mengatakan bahwa mengeraskan bacaan taawwudz itu merupakan bagian dari menampakkan syiar qiraah, seperti mengeraskan bacaan talbiyah dan takbir-takbir di hari raya.

Adapun salah satu dari manfaat mengeraskan taawwudz adalah agar orang yang mendengarkan bacaan diam dari awal bacaan Al-Qur’an itu dilantunkan sehingga ia tidak melewatkan satu bacaanpun. Sementara itu, jika bacaan taawwudz dibaca lirih, maka orang yang mendengarkan tidak tahu mulai bacaannya sehingga ada bacaan yang terlewat darinya.

Demikian dalil kesunnahan membaca ta’awwudz sebelum membaca Al-Qur’an dan ragam bacaannya. Wa Allahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

  1. Dari ke tujuh contoh yang dijadikan dalil; sepertinya tidak ada satupun yang dicontohkan Nabi.
    Dan bagaimana hukum melafadzkannya berdasarkan fatwa/sabda Nabi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here