Cuplikan Haji Orang Indonesia Dulu dan Kini [1]: Jadi Buruh Perkebunan di Singapura

0
229

BincangSyariah.Com – Kisah-kisah tentang perjuangan berangkat haji baik di masa silam maupun kini memang selalu menarik untuk diambil pelajaran di dalamnya. Ada banyak kisah-kisah perjuangan umat muslim untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.

Besok sudah memasuki tanggal 1 bulan Zulhijjah. Secara bertahap, umat muslim di seluruh dunia akan memasuki kota Mekkah untuk memulai proses ibadah haji. Hari ini saja seperti dikutip dari okezone.com sudah ada 166 ribu jemaah haji asal Indonesia sudah tiba di Mekkah. 33 orang lainnya tercatat wafat. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin dekatnya puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah.

Jadi Buruh Perkebunan di Singapura

Mengutip buku M. Dien Madjid, Berhaji di Masa Kolonial, sebelum dibukanya Terusan Suez (1869) dan ditemukan teknologi kapal uap, tidak ada transportasi khusus yang disediakan bagi masyarakat Nusantara untuk melaksanakan haji. Yang tersedia dahulu hanyalah kapal-kapal dagang Arab atau India yang biasa berlayar dan bersandar di kota-kota pelabuhan sampai Eropa. Tapi, kebanyakan kapal itu bersandar di Singapura atau Penang (kini salah satu kota di Malaysia).

Akhirnya, banyak orang Indonesia dahulu mau berpayah-payah untuk pergi ke Singapura terlebih dahulu. banyak diantaranya yang hanya membawa uang sekedarnya. Tapi tidak menurunkan semangat mereka untuk berhaji. Sebagian mereka ada yang bekerja terlebih dahulu selama beberapa bulan bahkan tahunan di perkebunan Singapura untuk mendapatkan uang. Karena itu, seseorang bisa menghabiskan 2-3 tahun untuk melakukan perjalanan haji.

Baca Juga :  Tahukah Kamu, Kerajaan Islam Tertua di Jawa adalah Lumajang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here