Inilah Gambaran Fisik Rasulullah Berdasarkan Hadis

0
768

BincangSyariah.Com – Nabi Muhammad SAW. adalah sosok yang sangat, dan mungkin paling diidolakan oleh seluruh umat, khususnya umat islam. Hal ini tak ayal membuat Michael Hart dalam bukunya “The 100” yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing, termasuk Indonesia (100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia), menempatkan figur Nabi SAW. pada urutan pertama.

Rasulullah SAW. menjadi idola keteladanan yang baik bagi umat manusia, seperti yang termaktub dalam Q.S. al Ahzab [33]:21, yang berbunyi

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١

Artinya:

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah

Selain itu, banyak hal yang sebenarnya bisa diungkap dari Nabi SAW. Fenomena ini jelas tercermin pada banyak karya dari para ulama, yang khusus membahas mengenai Rasulullah SAW. dari sisi seorang Nabi (utusan Tuhan) hingga sebagai pribadi manusia. Salah satunya seperti kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam at Tirmizi (w. 279 H), serta kitab-kitab Sirah dan Maulid yang melimpah dari goresan pena pemikiran ulama yang lain.

Namun dalam artikel singkat ini, mari kita coba untuk mengenal sekaligus mendalami literatur yang diambil dari hadis, tentang perangai dan fisik Rasulullah SAW. (semoga shalawat tetap terlimpah kepadanya)

Pertama, dalam Shahihaini (Bukhari [3284]; Muslim [4330]), sahabat Anas bin Malik r.a. memberikan gambaran umum mengenai fisik Rasulullah SAW, yang artinya,

Rasulullah SAW. bukan orang yang tinggi sekali dan tidak pula pendek. Tidak juga putih sekali dan tidak berwarna coklat. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Beliau diutus Allah ketika berusia empat puluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Beliau wafat ketika berusia enam puluh tahun sementara rambut di kepala dan janggut beliau tidak lebih dari dua puluh helai uban

Baca Juga :  Sejarah Aya Sofya: Museum yang Pernah Menjadi Gereja dan Masjid

Kedua, senada dengan riwayat dalam Shahihaini, Ibn Hisyam (w. 213 H) dalam al Sirah (I/ h. 402) dan Ibn Sa’ad (w. 230 H) dalam at Tabaqat (I/ h. 422), masing-masing meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. dan Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW. mempunyai perawakan yang tidak jangkung juga tidak pendek. Selain itu, Nabi SAW. pun mempunyai dada serta perut yang rata.

Ketiga, al Bara’ berkata bahwa Rasulullah SAW. merupakan orang yang paling tampan wajahnya dan paling baik akhlaknya. Riwayat ini tertuang dalam Shahih Muslim no. 4309. Wajah Rasulullah SAW. tidak tajam seperti pedang, tidak juga memanjang (tirus), tapi seperti matahari dan bulan yang bundar. Keadaan wajah Rasulullah SAW. ketika gembira menurut para sahabat adalah wajahnya seperti potongan bulan (yang indah). (Shahih Bukhari no. 3288, 3292)

Keempat, ‘Aisyah pernah berkata bahwa mata Rasulullah SAW. dapat melihat dalam kondisi yang gelap. Pandangan Nabi SAW. dalam hal ini sama dengan ketika melihat dalam kondisi yang terang. Riwayat ini diterangkan dalam al Khasa’is (I/ h. 104) karangan as Suyuthi. (w. 911 H)

Selain itu, Nabi SAW. pun dapat melihat apa yang ada di belakang beliau. Hal ini pernah diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. yang artinya,

Wahai manusia, saya berada di depan kalian. Jangan mendahului aku dalam ruku’ dan jangan pula dalam sujud. Sesungguhnya aku melihat kalian baik yang berada di depan maupun yang dibelakang” (H.R. Muslim no. 643)

Kelima, dalam riwayat Ibn Sa’ad di kitab Sirah-nya (I/ h. 422), menyebutkan bahwa Rasulullah SAW. mempunyai hidung yang mancung namun tulang hidungnya kecil.

Baca Juga :  Kisah Orang Mohon Pengampunan Pada Rasulullah di Depan Pusaranya

Keenam, Ibn Abbas pernah meriwayatkan sebuah hadis yang artinya,

Gigi depan Rasulullah SAW. tampak renggang. Ketika berbicara, diantara gigi depan beliau itu seperti keluar cahaya” (H.R. Tirmizi dalam Syamail Muhammadiyah no.15 dan ad Darimi no.58). Selain itu, Ibn Sa’ad (I/ h. 422) kembali melalui riwayat Hind bin Abi Halah, menyatakan bahwa Rasulullah SAW. memiliki bibir yang tipis dan ada sela di gigi serinya.

Ketujuh, Abu Hurairah r.a. pernah berkata bahwa rambut Rasulullah SAW. sangat hitam (H.R. Baihaqi [Dalail an Nubuwwah/ no. 234]). Sahabat Anas bin Malik r.a. pun pernah meriwayatkan dan termaktub di Shahih Muslim no. 4311 bahwa keadaan rambut Rasulullah SAW. adalah ikal berombak, tidak keriting, tidak lurus dan terurai sampai sebatas pundaknya. Selain itu, Rasulullah SAW. menyisir rambut panjangnya dengan dua belahan, yangmana ini adalah bentuk penyesuaian (yang tidak diperintahkan kepada) Nabi SAW. terhadap para ahli kitab. (Shahih Muslim no. 4307)

Kedelapan, dalam Musnad Ahmad no. 708 dan 1001 menyatakan Ali bin Abi Thalib r.a. meriwayatkan bahwa kepala Baginda Rasulullah SAW. tidak kecil dan jenggotnya tebal. Kemudian Sa’d bin Abi Waqqash r.a. pun menyatakan hal yang demikian, bahwa jenggot dan rambut Rasullah SAW. lebat nan hitam (Ibn Sa’d [Thabaqat/ I/ h. 418])

Kesembilan, ketampanan Rasulullah SAW. seperti yang diriwayatkan oleh al Bara’ bin ‘Azib dalam Shahih Muslim no. 4308, yang artinya,

Rasulullah SAW. adalah seorang yang berperawakan sedang, berpundak lebar, berambut lebat sampai ke daun telinga. Beliau suka mengenakan pakaian warna merah. Aku sama sekali tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada Nabi SAW.

Baca Juga :  Besok Haul yang ke-50, Ini Profil Mama Ajengan Masthuro

Kesepuluh, adalah keringat dan bau mulut Rasulullah SAW yang harum. Hal ini banyak diriwayatkan oleh beberapa sahabat. Wail bin Hajr r.a. pernah bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah SAW. dihadapkan sebuah wadah berisikan air, kemudian beliau meminumnya dan meludah di dalam wadah tersebut. Wadah itu kemudian dituangkan ke dalam suatu sumur, dan tiba-tiba sumur tersebut merebak akan aroma harumnya. (Musnad Ahmad no. 18084)

Ummu Sulaim pun pernah mengumpulkan keringat Rasulullah SAW. yang diambilnya dari selembar tikar kulit yang digelarnya untuk Rasulullah SAW. tidur. Selepas itu, Ummu Sulaim mengumpulkan keringat tersebut (karena keringatnya sangat banyak) dan mencampurnya dengan minyak wangi miliknya. (Shahih Muslim no. 4303)

Dalam hal ini, ciri-ciri fisik Nabi SAW. merupakan ciri-ciri yang ada dan dikenali oleh para sahabat yang dekat dengan beliau. Mereka (para sahabat) terkadang menggambarkan suatu keadaan (fisik) dari Nabi SAW. dengan istilah-istilah majazi, yangmana hal itu mempunyai maksud yang luar biasa, sehingga tidak bisa digambarkan dengan bahasa yang lumrah saat itu.

Wallahu a’lam bi as showaab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here