Cinta Menaklukkannya

0
1439

BincangSyariah.Com – Secara tak sengaja aku menemukan sebuah buku berjudul Insaniyyat Muhammad, “Kemanusiaan Muhammad”. Buku ini ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid, pemikir Islam kontemporer asal Mesir dan penulis buku Rijal Hawla al-Rasul, “Para lelaki di sekitar Nabi,” yang terkenal itu. Berikut ini salah satu kisah yang aku dapatkan ketika membacanya.

Suatu hari seseorang datang menemui Nabi. Dia belum pernah melihat wajah Nabi. Dia hanya mendengar nama Muhammad dan kabar buruk tentang beliau dari teman-temannya.

Dikatakan bahwa Muhammad telah menghina tuhan-tuhan kabilah Quraisy dan kabilah-kabilah yang lain dan merusak tatanan sosial di Makkah. Orang itu bersemangat segera ingin menemui Muhammad. Dadanya menyimpan rasa marah kepada beliau dan bertekad menghajar dan kalau perlu membunuhnya. Ia bersumpah akan mempertaruhkan nyawanya dengan Muhammad. Ketika tiba dan bertemu orang yang disebut Muhammad itu darahnya segera mendidih. Kata-kata kasar dan penuh caci maki berhamburan dari mulutnya.

Melihat dan mendengar bicara orang itu Nabi saw. hanya tersenyum saja. Beliau sebagaimana biasanya selalu menyambutnya dengan bersikap ramah. Tetapi senyum itu mengembuskan cahaya, dan cahaya itu menerobos jantung laki-laki tadi. Senyum itu meluluhkan hati keras laki-laki itu.

Beberapa menit kemudian hati laki-laki itu galau dan berdebar-debar. Ada sesuatu yang tiba-tiba membuatnya ingin mengubah niatnya. Dan tak lama ia memang berubah. Kebengisan berubah menjadi kelembutan, kemarahan berubah menjadi simpati dan cinta. Ia kemudian menjatuhkan diri di kaki dan pelukan Nabi saw. sambil menangis tersedu-sedu.
Manakala telah tenang, dia berkata:

وَاللهِ لَقَدْ سَعَيْتُ اِلَيْكَ وَمَا عَلَى وَجْهِ اْلاَرْضِ اَبْغَضُ اِلَيَّ مِنْكَ. وَإِنِّى لَذَاهِبٌ الآنَ عَنْكَ، وَمَا عَلَى وَجْهِ اْلاَرْضِ اَحَبَّ اِلَيَّ مِنْكَ.

Baca Juga :  Jonathan A.C. Brown: Nabi Muhammad Saw. adalah Pribadi yang Inspiratif

Wahai Muhammad, demi Tuhan aku berusaha menemuimu. Saat itu tak ada orang di muka bumi ini yang paling aku benci kecuali engkau. Tetapi kini aku berbalik. Tak ada orang yang paling aku cintai kecuali engkau.

Ada apa gerangan dengan Nabi sehingga ia begitu mudah mampu membalik perilaku orang, dari benci dan dendam kesumat menjadi cinta menggelora? Tidak ada apa pun kecuali karena dia mencinta laki-laki itu dengan seluruh hatinya. Tulus. Kata Khalid,

مُحَمَّد لَا يَتَكَلَّفُ الْحُبَّ بَلْ لَا يَبْذُلُه اِنَّمِا يَبْذُلُ الْحُبُ عِنْدَ محُمَد نفْسِه.

Muhammad tidak berpura-pura mencintai. Tetapi cinta yang melekat di dalam diri Nabi-lah yg menaklukkan jiwa laki-laki itu.

وَقَلْبُ مُحَمَّدٍ مَفْتُوحٌ دَائِماً لِكُلِّ النَّاِس اْلاَصْدِقآءِ وَاْلاَعْدَآء

Hati Muhammad selalu terbuka bagi semua orang: para sahabatnya dan para musuhnya.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here