Cerita Penyesalan Ulama Saat Tidak Shalat Berjamaah

1
118

BincangSyariah.Com – Melaksanakan sholat fardlu lima waktu secara berjamaah merupakan salah satu ibadah yang amat bernilai bagi umat Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri dinyatakan bahwa sholat berjamaah lebih utama ketimbang sholat yang dilaksanakan secara individual sebanyak 25 derajat. Riwayat Abdullah ibn Umar mengatakan 27 derajat. Pada intinya hal ini menunjukkan keistimewaan sholat berjamaah.

Para ulama salaf as-sholih (ulama terdahulu) menyadari betul sirr (rahasia) dan keutamaan shalat berjamaah, sehingga mereka senantiasa berupaya sekuat tenaga untuk dapat melaksanakan sholat secara berjamaah. Ada penyesalan luar biasa dalam diri mereka tatkala tidak bisa menunaikan sholat berjamaah.

Dalam kitab al-Minah as-Saniyah, Syaikh Abdul Wahab asy-Sya’roni mengungkapkan beberapa ahwal (keadaan) penyesalan para ulama terdahulu ketika mereka gagal mendapati sholat berjamaah. Abdullah ibn Umar dikisahkan suatu hari pernah tidak melaksanakan sholat Isya secara berjamaah. Untuk menebus dan sekaligus menunjukkan bentuk penyesalannya, ia melaksanakan sholat sepanjang malam hingga terbit fajar.

Ubaidillah ibn Umar al-Qowariri juga mengisahkan penyesalannya tatkala ia tidak shalat berjamaah,

“Aku tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah, sampai suatu ketika aku disibukkan dengan seorang tamu dan membuatku meninggalkan sholat Isya berjamaah di masjid. Aku keluar mencari masjid agar aku dapat melaksanakan sholat Isya bersama orang lain, tapi tak kudapati. Semua masjid telah usai melaksanakan sholat berjamaah. Aku pulang ke rumah dengan kesedihan mendalam karena hal itu. Lantas aku teringat sebuah hadits bahwa sholat berjamaah lebih utama ketimbang sholat sendirian 27 derajat. Maka malam itu aku melaksanakan sholat Isya sebanyak 27 kali. Kemudian aku tertidur. Dalam tidurku, aku bermimpi melihat diriku mengendarai kuda. Di depanku ada segerombolan orang dengan kudanya masing-masing. Aku berusaha menyusul mereka namun usahaku selalu gagal.”

Baca Juga :  Sikap Rasulullah Kepada Wanita Pezina yang Hamil

Salah seorang diantara gerombolan itu menoleh kepadaku dan berkata, “Kau tidak akan mampu menyusul kami.”

“Lantaran apa, Saudaraku?” tanyaku.

“Karena kami melaksanakan sholat Isya secara berjamaah dan kau melakukannya dengan sendirian.”

Aku terbangun dengan perasaan diliputi kesedihan mendalam.

Saking menyesalnya, para ulama terdahulu bahkan mentakziahi diri mereka sendiri ketika tidak shalat berjamaah.

وقد كانوا يعزّون أنفسهم سبعة أيام إذا فاتت أحدهم صلاة الجماعة. وقيل ركعة, ويعزّون أنفسهم ثلاثة أيام إذا فاتتهم التكبيرة الأولى مع الإمام.

“Mereka (para ulama terdahulu) mentakziahi diri mereka sendiri selama 7 hari ketika mereka tidak mendapati sholat berjamaah, bahkan dikatakan mereka melakukan hal itu ketika mereka tertinggal satu raka’at. Dan mereka akan mentakziahi diri mereka sendiri selama 3 hari ketika mereka tertinggal untuk melakukan takbiratul ihram bersama dengan imam.”

Menurut Syaikh Sya’roni, alasan mengapa para ulama merasa amat menyesal ketika meninggalkan sholat berjamaah adalah karena sebagian dari mereka berpendapat bahwa seseorang tidak akan meninggalkan sholat berjamaah kecuali ia mengidap sebuah dosa. Maka tidak heran jika mereka menjadi gundah dan tenggelam dalam penyesalan ketika tidak dapat meksanakan sholat berjamaah. Lantas bagaimana kita yang sehari-hari merasa biasa saja dan seolah tidak terjadi apa-apa ketika meninggalkan sholat berjamaah? Padahal para ulama terdahulu merasa perlu mentakziahi diri mereka sendiri ‘hanya’ gara-gara tertinggal takbiratul ihram dengan imam, seolah-olah mereka merasa hatinya mati. Sementara kita?

Jika tidak dapat melakukan sholat berjamaah di masjid, kita masih bisa melaksanakannya di rumah, di kantor dan di manapun, entah bersama keluarga ataupun orang lain. Semoga kita senantiasa memperoleh hikmah dari kisah-kisah para ulama dan diberikan petunjuk untuk mengikuti teladan mereka dengan melakukan amal-amal baik sekecil apapun. Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here