Catatan Asad Shahab tentang Cara K.H. Hasyim Asy’ari Menjelaskan Islam

3
932

BincangSyariah.Com – Kisah ini sepenuhnya penulis olah dari buku Muhammad Asad Shahab tentang Biografi Mbah Hasyim yang berjudul al-‘Allamah Muhammad Hasyim Asy’ari: Awwalu Waadhi’i Labinaati Istiqlaal Induunisiyya (K.H. Hasyim Asy’ari: Peletak Batu Pertama Kemerdekaan Indonesia).

Dikisahkan, Asad Shahab selaku penulis biografi Mbah Hasyim memang sedang berkunjung ke Tebuireng, Jombang. Dikisahkan pertemuannya dengan Mbah Hasyim sebenarnya awalnya adalah pertemuan yang tidak direncanakan. Namun, Asad Syihab sudah sering mendengar sosok K.H. Hasyim Asy’ari dari banyak orang dan semuanya berkomentar positif tentang beliau.

Menurut Asad, di saat pertemuan pertama dan pertemuan berikutnya, Mbah Hasyim adalah sosok yang murah senyum, ramah, dan sangat menghargai pendapat orang lain. Asad menceritakan kalau ia sendiri memang orang yang berdiskusi hingga membantah pendapat Mbah Hasyim.

Yang mengejutkan, Mbah Hasyim tidak pernah terlihat marah dengan tentangan itu. Beliau biarkan pendebatnya berbicara hingga selesai. Setelah itu, Mbah Hasyim menjawab pendebat dengan argumen-argumen yang dibangun oleh pendebat sendiri, namun dari argumen yang sama Mbah Hasyim bisa memberikan pemahaman-pemahaman yang berbeda dan mampu membuat pendebat menjadi membenarkan pendapat Mbah Hasyim,

هذه الصفات غير موجودة عند العلامة محمد هاشم أشعري، فهو يتقبل الرد والمناقشة والمعارضة بصدر رحب، بل يرى أن من هذه المناقشة يمكن الوصول إلى نقطة إتفاق وتفاهم. إنه يجيب على كلّ حديث وعلى كلّ فقرة من الكلام على قدرٍ ومقدار فهم السائل والمتحدث والمعارض والمناقش وإدراكه للأمور. فهو لا يجيب مثلا بأشياء فوق مستوى عقل المتحدث وإدراكه

Sifat-sifat ini (mudah emosi karena didebat) tidak ada pada Mbah Hasyim Asy’ari. Beliau sosok yang menerima sanggahan, bantahan, hingga perdebatan dengan hati yang lapang. Bahkan, beliau melhat kalau perdebatan-perdebatan seperti ini dapat menghasilkan satu titik kesepakatan dan saling memahami. Beliau menjawab semua pendapat satu persatu sesuai dengan tingkat pemahaman terhadap suatu persoalan yang diajukan oleh penanya, pembicara, dan yang membantahnya. Mbah Hasyim pun misalnya tidak menjawab pertanyaan dengan hal-hal yang diluar jangkauan pemahaman yang bertanya kepadanya, (h. 35).

Baca Juga :  Muhammad Asad Shahab dan Gerakan Anti-Penjajah dari Mbah Hasyim Asy’ari

Menurut pengamatan Asad, kuatnya karakter, keilmuan, dan cara berargumen Mbah Hasyim ini membuat orang-orang yang tidak beragama Islam atau bahkan tidak yakin dengan agama, menjadi berbalik meyakini ajaran Islam. Berikut pernyataan Asad dalam bukunya,

selengkapnya di islami.co

3 KOMENTAR

  1. […] Dalam kitab tersebut, K.H. Hasyim Asy’ari memulai dengan menjelaskan tentang para ulama, bagaimana Al-Qur’an di satu sisi memberikan pujian yang begitu tinggi kepada para ulama, dan di sisi lain juga menetapkan sebuah standar tinggi agar seseorang layak disebut sebagai ulama. (Baca: Catatan Asad Shahab tentang Cara K.H. Hasyim Asy’ari Menjelaskan Islam) […]

  2. […] Menurut Bibit Suprapto dalam bukunya Ensiklopedia Ulama Nusantara, K.H. Abbas memiliki nama lahir Abdullah Abbas. Beliau dilahirkan pada 24 Dzulhijjah 1300 H/1879 M, Pekalangan, Pekalipan, Cirebon. Ayahnya bernama KH. Abdul Jamill bin KH.Muta’ad dan ibunya Nyai Qari’ah. Masa remajanya tercurah untuk menimba ilmu dari beberapa pesantren, termasuk belajar kepada sang ayah, KH.Abdul Jamil. Guru-guru beliau diantaranya adalah KH. Nasuha Sukansari Plered (Cirebon), KH.Jatisari Weru (Cirebon), dan KH. Ubaidah (Tegal). Ia juga pernah belajar langsung di Pesantren Tebuireng Jombang dibawah bimbingan KH. Hasyim Asy’ari. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here