Cara Santri Menghadapi Ujian Nasional

0
472

BincangSyariah.Com – Pondok pesantren masa kini, dalam sistem pembelajaran, kebanyakan memadukan sistem salaf dan modern. Santri tetap mengaji kitab dengan sistem sorogan atau bandongan, ditambah sekolah formal. Hal ini sesuai moto pesantren secara umum, “merawat tradisi lama yang baik dengan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik.”

Sebagian pesantren ada yang tetap mempertahankan tradisi salaf murni. Santri tidak perlu sekolah formal. Di Madura, khususnya di Sumenep, dapat ditemukan pesantren model seperti ini. Sebut saja PP. Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk dan PP. Al-Karawi Karay Ganding.

Ada juga yang salaf, tapi memakai sistem mu’adalah, disetarakan dengan sekolah formal. Di antaranya PP. Mathlabul Ulum Jambu dan PP. Al-Amien Prenduan. Tapi dua pesantren ini juga disebut pondok pesantren modern. Santrinya diwajibkan berbahasa indonesia, inggris, atau berbahasa arab.

Saat akhir tahun, para santri disibukkan dengan berbagai macam ujian madrasah atau sekolah. Khususnya kelas akhir, baik tingkat MI, MTs, MA, atau yang sederajat. Baik ujian yang disesuaikan dengan lembaga masing-masing atau yang berskala nasional (UN). Beberapa tahun silam, semua ujian madrasah berbasis kertas-pensil, namun akhir-akhir ini sudah berbasis komputer. Iya, walau UN di Tahun 2020 sepertinya akan menjadi yang terakhir. Karena rencana Mendikbud, Tahun 2021 UN akan diganti dengan AKM (Asesment Kompetensi Minimum).

Santri atau siswa kelas akhir memang sudah diwanti-wanti sejak awal tahun untuk menjaga kesehatan. Santri kelas akhir terus diberi suntikan semangat oleh para pengelola dan guru agar semakin rajin belajar. Harapannya tiada lain, mereka bisa mengerjakan soal dengan baik dan benar sehingga memperoleh nilai bagus dan lulus.

Ada beberapa metode belajar-mengajar yang diterapkan pondok untuk menyambut ujian nasional. Salah satunya BIMSUS, Bimbingan Khusus. Bimsus ini biasanya dilaksanakan sejak memasuki semester kedua. Ada juga yang memulainya bersamaan dengan tahun ajaran baru. Semua siswa kelas akhir wajib mengikuti program ini.

Disebut Bimsus karena bimbingan hanya difokuskan pada materi UN. Mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan materi UN yang lain. Bimsus ini dilaksanakan selepas salat duhur atau salat ashar. Ada juga yang melaksanakannya di malam hari.

Guru pengampu lebih menekankan pada praktek (mengerjakan) naskah UN tahun sebelumnya. Karena soal UN dari tahun ketahun tidak jauh berbeda. Program ini juga dikenal dengan Bimbel, Bimbingan Belajar.

Selain itu, siswa kelas akhir biasanya melaksanakan istighosah mingguan. Bagi siswa di pesantren, belajar termasuk usaha lahir, sedangkan istighosah adalah usaha batin. Usaha dan doa harus sama-sama dilaksanakan. Selain istighosah mingguan yang dipimlin ustaz atau ketua kelas, santri juga melaksanakan istighosah akbar, yakni dengan menghadirkan wali santri dan para guru.

Tidak cukup istighosah di madrasah atau pondok, terkadang santri kelas akhir ziarah ke makam para pendiri pondok dan waliyullah. Tujuannya menyambung washilah agar semakin dipermudah dalam mengerjakan ujian dan mendapatkan nilai yang bagus dan berkah. Ketika UN tinggal menghitung hari, maka stighosah ini akan rutin dilaksanakan setiap malam.

Ada lagi hal unik yang dilakukan santri kelas akhir dalam menyambut UN, yaitu puasa sunah dan meminum air bekas basuhan kaki ibu. Namun dua hal ini tidak banyak dilakukan oleh santri. Puasa sunah dalam menyambut ujian ini tidak perlu ditanyakan dalilnya, karena santri punya segudang jawaban (tahaddus binni’mah).

Minum air bekas cucian kaki ibu juga tidak perlu diperdebatkan. Memang belum dibuktikan secara ilmiah, tapi khasiatnya banyak dirasakan oleh santri. Kata santri, surga terletak di bawah telapak kaki ibu, sehingga tidak ada salahnya meminum air dari “surga.”

Semoga semua santri yang sedang atau akan menghadapi UN diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah Swt.. Amin. Jangan lupa minta doa restu dari orang tua dan para guru! Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here