Cara Nabi Muhammad Menghadapi Kesedihan

5
12176

BincangSyariah.Com – Hidup adalah sebuah proses, tidak hanya diam menunggu beres. Hidup tidak mungkin datar-datar saja, semua masalah menempamu menjadi sekuat baja. Semua tantangan harus dihadapi, tidak sekedar diresapi. Tugas apa pun dalam hidupmu harus diselesaikan, bukan melulu jadi bahan update di media sosial. Yah begitulah hidup, banyak kejutan dari Tuhan yang tak terbungkus seperti paketan.

Ibarat sebuah guci, semakin banyak proses pembentukan seonggok tanah liat maka semakin bagus dan mahal harganya. Manusia pun begitu, semakin dewasa semakin banyak masalah yang menerpa. Tuhan sengaja mendesain seperti itu, senada dengan firman-Nya dalam QS Albaqarah ayat 155:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar

Istilah “bisyai’in” dalam ayat tersebut bermakna sedikit. Jadi Allah hanya menimpakan sedikit saja ujian di atas samudera keindahan alam ini. Sedikit saja, guna untuk bersabar dan menguji keimanan seseorang. Karena sejatinya Allah selalu menghadiahkan hidayah bagi hamba-Nya yang bersabar dengan tetap dalam ketaqwaannya. Janji Allah dalam QS Attaghabun ayat 11:

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya

Dalam buku La Tahzan, Aid al-Qarni menceritakan bahwa Rasulullah selalu menyegerakan shalat ketika dalam keadaan sedih atau ditimpa ketakutan. Suatu ketika Nabi Muhammad berkata kepada Bilal, ”ketenanganku ada pada shalat”.

Pelajaran bijak Rasul tersebut seirama dengan kalam Allah dalam QS Albaqarah ayat 153:

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Baca Juga :  Ini Doa yang Penting Dibaca di Kala Anda Merasa Sedih

Begitulah Allah menunjukkan cara terjitu dalam meminta pertolongan-Nya. Melalui shalat yang menenangkan dan sabar yang meneduhkan. Bahkan pada QS Azzumar ayat 10, Allah menjanjikan pahala yang tak terbatas bagi orang yang bersabar. Imam al-‘Auz’ai memberikan keterangan bahwa balasan bagi hamba yang sabar tidak lagi ditimbang, maupun diukur, namun diambilkan tanpa ada batasnya.

Rasulullah pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير، وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر، فكان خيرا له، وإن أصابته ضراء صبر، فكان خيرا له) رواه مسلم)

“Sungguh sangat menakjubkan perkaranya seorang mukmin itu, semua perkaranya baik, dan tidak ada pada seorang pun melainkan hanya seorang mukmin, jika dirinya mendapat rizki dia bersyukur, maka itu baik baginya, jika dirinya ditimpa musibah lalu bersabar itu juga baik baginya” (HR Muslim).

Sabar tidak sekedar mampu menahan musibah dan meneguk rasa sakit yang menyekat di kerongkongan, namun juga sabar yang mampu mencari solusi permasalahannya dan sanggup menata kembali perkaranya. Adakalanya sabar di dalam mencari solusinya dengan dakwah kepada Allah Azza wa jalla, adakalanya sabar di dalam mencari solusinya dengan mendidik dan bergaul dengan cara yang indah. Demikian seterusnya setiap masalah di butuhkan cara penyelesaian dan kesabaran dalam mencari solusinya.

5 KOMENTAR

  1. Setiap madalah selalu muncul silih berganti, terkadang kita bimbang dalam menyikapi, apalagi dg sifat kita yg tak lepas dari ego, krn itu kita butuh teman cerita yg bisa menyimak dg baek, tp siapa lagi klo selain doa dan air mata yg melepad jeritan dlm hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here