Cara Mudah Memahami Islam ala Gus Dur

0
2182

BincangSyariah.Com – Semakin hari, kita selalu dihadapkan dengan fenomena saling mengklaim paling Islami. Media sosial dipenuhi dengan berbagai macam tanggapan dan opini berbagai persoalan keimanan dan keislaman.

Ini menunjukkan bahwa sebagian dari kita masih kesulitan memahami Islam secara kaffah/menyeluruh. Ditambah dengan jarak yang cukup jauh dari zaman Rasulullah dan para sahabat. Artinya kita butuh kontekstualisasi baru dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman.

Konon, Berdasarkan cerita dari guru saya (Ibu Nyai Shuniyya Ruhama, Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal) dalam pengajian, yang juga murid Mbah Wali KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah bertanya kepada Gus Dur,

“Gus, bagaimana cara memahami Islam yang paling mudah, biar kami yang awam bisa tahu benar atau salah. Apalagi sekarang banyak orang yang suka obral dalil?”

Dengan begitu santai dan entengnya Gus Dur menjawab:

“Gampang saja, Kalau kita percaya Islam itu rahmatan lil ‘alamin, maka semua yang bertentangan dengan Islam rahmatan lil ‘alamin ya pasti salah. Bukan dalilnya yang salah, tapi penempatan dalil tersebut yang tidak pas,” jawab Gus Dur dengan nada yang cukup santai.

Dengan penjelasan seperti itu, ternyata ibu Shuniyya masih bingung dengan jawaban Gus Dur. Yang bagi Gus Dur tidak sulit mengetahui wajah-wajah bingung, beliau pun menjelaskan dengan gamblang sekali dengan memberikan kasus:

“Misalnya, kita percaya Islam itu memuliakan wanita.  Maka semua ulasan dalam Islam yang menyudutkan wanita pasti salah, sekalipun pakai dalil-dalil.  Itu pasti salah cara mengambil dan menerapkan dalilnya, ”

“Misalnya, kita percaya Islam itu menjunjung tinggi kemanusiaan, maka mau pakai dalil apapun kalau sampai menghina atau merendahkan manusia karena agama, suku atau golongannya, pasti itu salah ngambilnya”

Baca Juga :  Santri dan Semarak Seremonial Bulan Rajab

Setelah Gus Dur menjelaskan itu, tiba-tiba muncul satu pertanyaan lagi dari sahabat Ibu Shuniyya itu:

“Terus kalau ada yang bilang manusia itu harus taat sama agamanya bagaimana, Gus?”

Sambil senyum dan terkekeh-kekeh khas beliau. Gus Dur menjawab lagi dengan enteng dan santai:

“Taat kok sama agama. Taat itu ya sama Gusti Allah. Gitu aja kok repot… ”

Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here