Cara Menjaga Pergaulan yang Sehat

1
97

BincangSyariah.Com – Dalam pergaulan sehari-hari diperlukan sikap agar seorang Muslim mampu menjaga pergaulan yang sehat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Islam mengajarkan pergaulan yang sehat, bernilai positif, dan mengandung manfaat. Pergaulan yang sehat antara perempuan dan laki-laki adalah pergaulan yang terbebas dari nafsu yang dapat mengarah kepada hubungan seksual di luar nikah.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: agar bisa menjaga pergaulan yang sehat, apa batasan pergaulan itu?

Dalam hal ini, Rasulullah Saw. memberikan batasan berupa larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan melalui hadis berikut:

“Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan (yang bukan mahramnya), dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya …” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga aurat. Aurat adalah bagian dari tubuh yang harus dilindungi dan ditutupi agar terjaga dari pandangan lawan jenis.

Aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Aurat laki-laki adalah bagian tubuh antara pusar sampai dengan lutut.

Agar aurat perempuan tertutup, maka Islam mewajibkan perempuan untuk menggunakan jilbab dan pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuhnya, termasuk menutupi bagian dada.

Kain yang menjadi penutup haruslah jenis kain yang disyari’atkan. Sebagai misal, kain tidak boleh tipis, tidak boleh sempit atau ketat, dan dapat menyamarkan lekuk tubuh perempuan.

Untuk laki-laki, agar terjaga dari pandangan, maka bagian tubuh yang menjadi aurat harus dijaga dari pandangan lawan jenis. Caranya adalah ditutup dengan pakaian yang sesuai.

Allah Swt. berfirman dalam Q.S. an-Nur ayat 31 sebagai berikut:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Katakanlah kepada perempuan yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Demikian cara menjaga pergaulan yang sehat dengan ketentuan-ketentuan berdasarkan ajaran agama Islam.

Sebagai seorang Muslim, cara-cara tersebut hendaknya dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.[] (Baca: Bercanda Sehat dan Larangan Bullying dalam Islam)

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here