Cara Menikmati Manisnya Beriman

0
2183

BincangSyariah.Com – Tidak hanya gula, cinta dan keluarga yang bisa memberikan rasa manis pada seseorang. Manisnya iman juga bisa dirasakan dalam tiga kondisi, yaitu ketika kita bisa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi lainnya, ketika mencintai seseorang karena Allah, dan ketika kita tidak suka kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci dan takut dilemparkan ke neraka. Jika kondisi tersebut sudah dirasa dalam diri seseorang, maka ia telah sampai pada titik keimanan yang tinggi. Sebagaimana sabda Rasulullah:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ  أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka (HR. Nukhari Muslim)

Lantas bagaimanakah jika belum sampai pada titik tersebut, namun ingin bersegera untuk dapat bisa menikmati manisnya iman? Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab Majmu’ul Fatawa:

من رأى أنه لا ينشرح صدره، ولا يحصل له حلاوة الإيمان، ونور الهداية، فليكثر التوبة والإستغفار.

Siapa yang merasa dadanya tidak lapang, tidak mendapatkan kelezatan iman dan cahaya hidayah, maka hendaklah dia memperbanyak tobat dan istighfar

Berdasarkan keterangan tersebut, solusi untuk seseoramg yang belum menempati titik tinggi dalam keimanan namun menginginkan manisnya iman adalah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Taubat dan istighfar tersebut bermakna sebagai usaha seseorang yang menghendaki dan menginginkan ridha Allah. Jauh sebelum ridha itu diturunkan, tentu kita harus kembali (taubat) dan memperbanyak istifgfar (memohon ampun) kepada Allah. Karena barangsiapa yang demikian, maka niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya sehingga ia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut.

Baca Juga :  Habib Abu Bakar al-Adni: Kemunculan Wabah Penyakit Tanda Kiamat Sudah Dekat

Alhasil, taubat dan istighfar menjadi pintu alternatif untuk bisa menikmati manisnya iman. Cara tersebut mudah dijalankan dan tidak merepotkan. Jika tiga kategori seseorang yang akan mendapatkan manisnya iman dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dirasa cukup sulit, maka taubat dan istighfar hadir sebagai jalan yang bisa ditempuh oleh siapa saja yang menginginkan kemanisan iman dalam hidupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here