Cara Mengukur Keislaman Seseorang

2
2009

BincangSyariah.Com – Islam Agama yang ramah bagi siapapun, tidak hanya memuat urusan Akidah saja, tapi ada Syariat, dan ada dimensi akhlak. Ini semua menunjukkan kesempurnaan  ajaran Islam.

Salah satu cara untuk mengukur keislaman seseorang adalah dengan seberapa besar ia mampu meninggalkan hal-hal yang tak ada faidahnya, tak penting atau tak ada kaitannya dengan  kebaikan urusan dunia maupun urusan akhirat, lebih jelasnya seorang muslim sejati mampu mendayagunakan segala kemampuannya untuk hal yang positif, seperti dalam Hadis Nabi: yang diriwayatkan oleh sahabat Abi Dzarr:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺫﺭ , ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻦ ﺣﺴﻦ ﺇﺳﻼﻡ اﻟﻤﺮء ﺗﺮﻛﻪ ﻣﺎﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ

Artinya: diriwayatkan dari Abi Dzarr,  Nabi bersabda: salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak ada faidahnya.( HR.Muslim)

Dalam kitab Faidhul Qodir karya Imam Munawi, beliau menjelaskan bahwa meninggalkan hal-hal yang tidak berfaedah dalam ucapan maupun perbuatan, termasuk banyaknya pertanyaan yang tak berguna, yang akan memberatkan dirinya adalah salah satu tanda kebaikan Islam seseorang. Begitu juga menyia-nyiakan harta benda untuk urusan yang tak ada kegunaan atau kebaikannya karena hal itu akan merugikan diri sendiri.

Maka seorang muslim yang baik harus mengetahui masa depannya agar tak rugi dengan keuntungan sesaat.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 99-100; Mimpi Yusuf Menjadi Kenyataan

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here