Cara Memahami Majas dalam Hadis “Zainab Ra. Si Panjang Tangan”

0
1270

BincangSyariah.Com – Agar dapat memahami hadis Nabi dengan benar, hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa hadis Nabi saw. berasal dari kalimat-kalimat berbahasa Arab karena itu sebelum memahami sebuah hadis kita dituntut untuk mengerti tentang bahasa Arab itu sendiri.

Dalam bahasa Arab adakalanya sebuah kata bermakna hakiki atau makna asli dan terkadang mengandung makna majazi atau makna kiasan. Pengertian majas (arab: majaz) dalam ilmu balaghah (gaya bahasa Arab) adalah lafal yang digunakan pada selain makna aslinya, karena adanya keterkaitan makna disertai indikator yang mencegah dari pemahaman arti asli. Imam Sibawayh mendefinisikan majas sebagai ilmu bertutur yang memungkinkan terjadinya perluasan makna, sehingga jika sebuah hadis mengandung maka majas maka kita tidak bisa memahaminya dengan menggunakan arti sebenarnya dan tidak boleh pula mengamalkannya seperti itu. Begitu juga sebaliknya.

Pada pembahasan kali ini akan diterangkan bahwa adakalanya hadis bermakna hakiki, terkadang bermakna majazi dan kadangkala sebuah hadis bisa dipahami menggunakan makna majazi dan hakiki sekaligus.

Hadis yang perlu dipahami secara majazi adalah hadis tentang Zainab ra., salah seorang istri Nabi saw. yang disebut “si tangan panjang”.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَنَّ بَعْضَ أَزْوَاجِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْنَ لِلنَّبِي، “أينا أَسْرَعُ بِكَ لُحُوقًا؟” قَالَ، “أَطْوَلُكُنَّ يَدًا” فأخذن قصبة يذرعنها، فكاتن سودة أطولهن. فعلمنا بعد أنما كانت طول اليد الصدقة. وكانت أسرعنا لحوقا به، وكانت تحب الصدقة.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwasanya istri-istri Nabi saw. berkata kepada Nabi saw., “Siapa kelak (di akhirat) di antara kami yang paling cepat bertemu engkau?” beliau berkata, “yang paling panjang tangannya.” Mendengar itu kami mulai mengukur-ukur lengan kami, dan yang paling panjang adalah Saudah. Tapi kemudian hari akhirnya kami tahu bahwa panjang tangan maksudnya adalah yang suka sedekah, dan dia yang paling cepat bertemu Rasul, dia gemar bersedekah. (HR. Bukhari)

Baca Juga :  Delapan Macam Komunikasi dalam Alquran, Apa Saja?

Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam karyanya kitab Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, mengatakan bahwa ditemukan dalam hadis riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak bahwa di kemudian hari di antara istri Nabi yang pertama kali meninggal menyusul Nabi Muhammad adalah Zainab ra., seorang wanita yang tidak terlalu tinggi di antara mereka, tapi beliau adalah orang yang paling gemar bersedekah.

Mendiang K.H. Ali Mustafa Yaqub dalam karya al-Thuruq al-Shahihah fi Fahmi al-Hadits al-Nabawiyyah mengatakan bahwa menurut ahli bahasa Arab, panjang tangan merupakan kalimat kiasan untuk orang yang gemar bersedekah. Dikatakan seseorang disebut panjang tangan karena begitu dermawan dan baik hati, sedangkan kebalikannya orang yang kikir pelit disebut pendek tangan.

Jadi dalam hadis di atas kalimat yang dipakai Rasul untuk menggambarkan siapa yang paling cepat menyusulnya ke alam akhirat adalah bukan makna yang sebenarnya, karena jika dikaitkan dengan kronologi sejarah siapa istri Nabi saw. yang paling cepat berpulang ke _rahmatullah_ justru yang tidak panjang tangan secara hakiki.

Tulisan ini adalah serial kajian metologi memahami hadis dalam Grup Kajian Hadis eBI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here