Kisah Kemuliaan Cacing Tanah dengan Berzikir dan Bershalawat Kepada Nabi

0
1508

BincangSyariah.Com – Berzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi Saw merupakan perintah langsung dari Allah. Dalam Al-Quran, terdapat banyak ayat yang memerintahkan dengan tegas mengenai berzikir kepada Allah. Bahkan juga disebutkan bahwa sebenarnya seluruh makhluk Allah, mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan dan lainnya senantiasa berzikir kepada-Nya.

Begitu juga terdapat sebuah ayat yang memerintahkan dengan tegas agar kita membaca shalawat kepada Nabi Saw. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa siapa saja yang bershalawat kepada Nabi Saw, maka Allah akan memberikan kemulian dengan curahan rahmat kepadanya.

Kemulian yang diperoleh melalui membaca shalawat ini tidak hanya diberikan kepada manusia, namun juga kepada hewan dan binatang melata seperti cacing tanah. Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al-Ghazali berkisah tentang cacing tanah yang mendapat kemuliaan dari Allah dengan berzikir dan bershalawat kepada Nabi Saw.

بينما داود عليه السلام جالس في صومعته يتلو الزبوراذا رأي دودة  حمراء في التراب فقال في نفسه  ما أراد الله في هذه الدودة , فاذن الله  الدودة حتي تكلمت فقالت : يا نبي الله, اما نهاري  فألهمني ربي ان اقول  في كل يوم , سبحان الله والحمد للله ولا اله الا الله , والله أكبر الف مرة  . واما ليلي , فألهمني ربي ان اقول في كل ليلة , اللهم صل علي محمد النبي  الامي وعلي آله وصحبه وسلم الف مرة , فأنت ما تقول حتي استفيد منك ؟ فندم  داود عليه السلام علي احتقار الدودة , وخاف من الله تعالي وتاب اليه وتوكل  عليه

Suatu  ketika Nabi Dawud duduk di tempat peribadahannya sambil  membaca kitab Zabur, kemudian beliau kaget (heran) karena melihat seekor  cacing berwarna merah di tanah. Maka Nabi Dawud pun berbisik dalam hatinya, “Apa maksudnya Allah menciptakan cacing tanah ini?.”

Baca Juga :  Permulaan Turunnya Wahyu kepada Nabi Muhammad saw.

Dengan izin Allah, cacing ini pun bisa berbicara. “Wahai  Nabi Allah, ketahuilah bahwa pada siang hari Allah memberikan ilham kepadaku  untuk berdzikir dalam sehari dengan membaca “Subhanallah walhamdulillahi wala ilaha illahu wallahu akbar’ sebanyak seribu kali”, tukas cacing tanah.

Ia melanjutkan, “Sedangkan pada malam hari Allah memberikan ilham kepadaku untuk bershalawat dengan membaca ‘Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim’ sebanyak seribu kali.”

“Lalu apa yang kamu baca hingga aku bisa mengambil manfaat darimu?”, tanya cacing tanah pada Nabi Daud. Kemudian Nabi Daud menyesal telah menganggap  rendah kepada seekor cacing tanah. Beliau kemudian merasa takut kepada Allah, bertaubat dan berserah diri kepada-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here