BWI Sebut Sebagian Peninggalan Sejarah RI Sumbangan Wakaf

0
255

BincangSyariah.Com – Imam Teguh Saptono, Wakil Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia menyebutkan bahwa sumbangsih wakaf terhadap pembangunan tanah air sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah peninggalan sejarah yang berasal dari sumbangan wakaf.

Di antaranya, tanah tempat dibangunnya stadion senayan, serta sebagian emas yang digunakan untuk membangun api tugu monas Jakarta, merupakan wakaf dari Teuku Markam. Begitu juga gedung sidang paripurna DPR dibangun di atas tanah para pendiri pondok Darunnajah

Kemudian pesawat kenegaraan RI 001, sebagai pesawat kepresidenan milik pemerintah RI pasca kemerdekaan dibeli dari wakaf emas rakyat aceh atas permintaan Presiden Soekarno. Juga pesawat kenegaraan RI 003, sebagai pesawat milik pemerintah RI pasca kemerdekaan dibeli dari wakaf emas rakyat Sumatera Barat.

Selain itu, Wakaf Tengku Habib Bugak dari Aceh yang mewakafkan tanah & rumahnya di dekat masjid Haram pada 1800 M. Sehingga saat ini Jemaah haji asal Aceh mendapatkan tambahan living cost dari hasil sewa tanah tersebut.

Sementara sektor pendidikan dan kesehatan, di antaranya; Pondok Pesantren dan Universitas Gontor, Universitas dan Rumah Sakit Sultan Agung Semarang, Universitas Islam Malam, Universitas Islam Indonesia – Yogyakarta, serta beberapa RSU PKU Muhammadiyah.

Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak aset wakaf yang belum terdaftar dalam aset negara.”Aset wakaf nasional sangat banyak, tapi tidak bisa melakukan packaging yang benar, jadi potensinya tertutup dan tidak bisa dimanfaatkan. Packaging ini tugasnya nadzir” ujar Imam dalam acara Halal bi Halal dan Bincang Wakaf di Hotel Aone, Jakarta Pusat, pada Selasa (09/07/19)

Berdasarkan data BWI, luas keseluruhan wakaf nasional mencapai 4,1 miliar meter persegi. Terdiri dari 435. 395 persil, 288. 429 sudah sertifikat wkaf, dan 146. 966 belum sertifikat wakaf.

Baca Juga :  Tiga Tingkatan Orang dalam Beragama

Dari jumlah tersebut, lebih dari 74% menjadi rumah ibadah, 5% makam dan 13% pesantren dan sekolah. Namun menurut Imam, jumlah riil diyakini lebih besar mengingat sejumlah nadzir mempertahankan status sertifikat milik agar  dapat digunakan sebagai kolateral bank.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here