Bolehkah Menggabungkan Tempat Tidur Anak dalam Satu Kamar?

0
640

BincangSyariah.Com – Rasul memerintahkan para orang tua untuk memisahkan tempat tidur antara saudara kandung. Namun tidak semua orang diberikan harta berlimpah sehingga bisa membangun rumah dengan beberapa kamar sekaligus. Bagaimana sebaiknya mengatur tempat tidur anak? Apakah perintah memisahkan tempat tidur anak juga berarti memisahkan kamar mereka? Bolehkah menggabungkan tempat tidur anak dalam satu kamar?

Nabi hanya memerintahkan untuk memisahkan tempat tidur antara laki dan perempuan. Tidak ada perintah memberikan untuk masing-masing anak satu kamar. Dikarenakan tidak ada perintah jelas dari Nabi. Dalam sebuah hadis dikatakan,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، “مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين واضربوهم عليها وهم أبناء عشر سنين وفرقوا بينهم في المضاجع

Rasulullah saw. bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk salat ketika mereka umur tujuh tahun dan pukullah jika mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Abu Daud).

Pengarang ‘Aunul Ma’bud mengatakan bahwa ilat atau sebab adanya perintah memisahkan tempat tidur anak adalah -sebagaimana mengutip ucapan Imam Manawi- sebagai bentuk kehati-hatian dari munculnya syahwat atau ketertarikan sekalipun mereka adalah saudara sekandung. Demikianlah bagaimana Islam menjaga kehormatan umatnya.

Adapun apakah lebih baik menggabungkan beberapa anak laki dalam satu kamar dan beberapa anak perempuan satu kamar hal itu bisa disesuaikan dengan kemampuan orang tua dalam menyediakan kamar.

Pemilik kitab Mawahib al-Jalil , Abdullah al-Maghribi menjelaskan bahwa etika yang sempurna adalah memisahkan tempat tidur anak yang berbeda jenis kelamin. Jika tidak,  sekalipun menggabungkan tempat tidur anak dalam satu kamar minimal harus ada pakaian sebagai penghalang di antara mereka, maksudnya jangan biarkan anak-anak tidur dalam pakaian yang tidak lengkap. Jika dalam satu ruangan setidaknya pada saat yang mengharuskan membuka aurat mereka harus menghormati dan memberikan privasi kepada yang lainnya, seperti ketika hendak salat, mandi, berganti pakaian.

Baca Juga :  Membedah Pemikiran Abid Al-Jabiri

Hal tersebut dijelaskan Abdullah al-Maghribi sebagaimana berikut,

معنى التفرقة في المضاجع أن يجعل لكل واحد منهم فراش على حدته. وقيل: أن يجعل بينهم ثوب حائل ولو كان على فراش واحد ـ ثم نقل عن ابن حبيب قوله: وأرى أن يفرق بينهما جملة وسواء كانوا ذكورا، أوإناثا

Makna pemisahan tempat tidur adalah menjadikan satu kasur tersendiri untuk setiap anak. Pendapat lain mengatakan seandainya mereka tidur dalam satu kasur yang sama hendaknya ada baju sebagai penghalang. Mengutip pendapat Ibnu Hubaib berkata; “Menurut saya hendaknya mereka dipisahkan dalam kelompok, baik sesama anak laki-laki, sesama anak perempuan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here