Biografi Singkat Imam Malik; Pendiri Mazhab Maliki

2
2473

BincangSyariah.Com – Nama lengkap Imam Malik adalah Abdillah bin Anas al-Ashbahani. Beliau adalah Imam dan ulama terkemuka. Beliau dilahirkan pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H.

Beliau tumbuh di kota Madinah dan menggali ilmu di sana dari Rabi’ah ar-Ra’yi dan berlanjut kepada beberapa ulama fikih generasi tabi’in. Beliau juga mendengar hadis langsung dari para perawi hadis seperti Az-Zuhri dan Nafi’, sahaya Ibnu Umar dan perawi hadis lainnya.

Kepiawaiannya dalam menghasilkan ilmu dan mengumpulkan hadis telah mengukuhkannya sebagai penghulu ahli fikih Hijaz yang paling terkenal di negeri itu. Ketika Khalifah Al-Manshur menunaikan ibadah haji, beliau satu kelompok dengan Imam Malik. Ketika itu sang Khalifah memohon agar Imam Malik bersedia membukukan pengetahuannya dalam berbagai disiplin ilmu yang dikuasainya. Akhirnya disusunlah kitab al-Muwaththa’ yang berisi tentang kajian hadis dan ilmu fikih.

Ketika khalifah Al-Mahdi menunaikan ibadah haji, beliau juga mendengar hal itu dan memerintahkan agar Imam Malik diberi uang sebanyak lima ribu dinar. Khalifah Ar-Rasyid beserta anak-anaknya juga datang dan mendengar berita itu, lalu memberikan banyak kebaikan kepada Imam Malik.

Kitab Al-Muwaththa’ telah menempati posisi yang mengagungkan dalam diri Khalifah Ar-Rasyid. Karena kitab tersebut telah mengalihkan perdebatan sengit di lingkungan Ka’bah yang bisa menggiring semua orang yang berada di sekitarnya ke dalam perselisihan jika kala itu orang tidak merujuk pada kitab tersebut.

Khalifah Ar-Rasyid berkata kepada Imam Malik, “Sesungguhnya para sahabat Rasul Saw telah berselisish faham dalam beberapa negeri dan semua itu ada benarnya. Semoga Allah memberikan taufiq kepadamu wahai Abu Abdillah.”

Banyak ulama yang meriwayatkan hadis dengan sumber kitab al-Muwaththa’ dari Imam Malik. Di antaranya mereka adalah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan Muhammad bin Hasan, penganut mazhab Hanafiyah. Dari kalangan ulama Malikiyah sendiri seperti Abdullah bin Wahab dan Abdurrahman bin al-Qasim dan di antara mereka ada yang menemani Imam Malik selama dua puluh tahun.

Baca Juga :  Belajar Hakikat Tawakal dari Seekor Burung

Mazhab Malikiyah terus dikembangkan oleh para pengikutnya dan menyebar ke banyak wilayah negeri Islam hingga ke arah Barat memenuhi wilayah Mesir, Afrika, Andalusia dan ujung Maroko dekat Eropa. Begitu pula ke wilayah Timur, seperti Bashrah, Baghdad dan lainnya. Meskipun setelah itu pengaruhnya mulai menyusut.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here