Biografi Jalaluddin al-Mahalli: Satu dari Dua Penulis Tafsir al-Jalalain

0
30

BincangSyariah.Com – Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim al Mahalli al Syafi’i atau yang lebih dikenal dengan Jalaluddin al-Mahalli. Kata al-Mahalli sendiri dinisbatkan pada kampung kelahirannya, yakni al-Mahalla al-Kubra yang terletak di sebelah barat Kairo, Mesir. Tidak jauh dari sungai Nil. Beliau adalah ahli fikih, ahli kalam, nahwu, mantiq dan tafsir. Riwayat menyebutkan bahwa beliau lahir pada tahun 791 H, meskipun beberapa sumber lain, seperti dalam Sejarah dan Keagungan Madzab Syafi’i, karya KH Siradjuddin Abbas, menyebutkan bahwa ia dilahirkan pada tahun 769 H dan meninggal tahun 835 H.

Tokoh ini dikenal menguasai secara mendalam berbagai cabang ilmu dan lambang kecerdasan. Beberapa orang segenerasinya mengatakan: “Otaknya bisa menembus baja“. Dia adalah tokoh terkemuka yang menginterpretasikan figur ulama salaf sesungguhnya, baik dalam kesalehan, kesederhanaan dan ketaqwaan. Ia ulama yang sangat disegani, karena keberaniannya membela kebenaran. Para pejabat selalu datang padanya dan bukan sebaliknya. Ia pernah diminta menjadi hakim agung, akan tetapi menolak. Pernah menjadi guru besar di perguruan Al-Muayyadiyyah dan Al-Barquqiyah. Kuliah-kuliahnya dihadiri para ulama besar.

Guru-Guru

Jalaluddin al-Mahalli memiliki banyak guru. Semua nama-nama guru tersebut terekam dengan baik dalam catatan penting sanad keilmuan beliau. Bagi ulama klasik, daftar nama-nama guru menjadi sebuah catatan yang sangat penting karena biasanya terkait dengan proses periwayatan keilmuan, khususnya di bidang hadits. Diantara daftar guru-guru tersebut ialah:

  1. Al-Imam Syamsuddin Abu Abdillah Muhazmad bin Abdu ad-Da’im An-Nu`aimi Al-‘Asqalani Al-Barmawi Al-Qahiri Asy-Syafi`i yang lebih dikenal dengan Syamsu al-Barmawi (763 – 831 H), dalam ilmu fikih, ushul fikih dan bahasa Arab, ia tinggal di Madrasah Al-Baibarsiyyah tempat Jalaluddin al-Mahalli belajar
  2. Al-Imam Al-Faqih Burhanuddin Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad Al-Baijuri, lebih dikenal dengan Burhan Al-Baijuri (825 – 750 H) dalam ilmu fikih
  3. Al-Imam Al-Muhaddits Jalaluddin Abu al-Fadhl Abdurrahman bin Umar bin Ruslan Al-Kanani Al-`Asqalani Al-Bulqini Al-Mishri, lebih dikenal dengan Jalal Al-Bulqini (763 – 824 H) dalam bidang hadits
  4. Al-Imam Al-Muhaddits Waliyuddin Abu Zur’ah Ahmad bin Al-Muhaddits Abdurrahim Al-‘Iraqi (762 – 826 H) dalam bidang ilmu hadits
  5. Al-Imam Al-Hafidz Qadhi al-Qudhat ‘Izzuddin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim bin Jama`ah Al-Kanani (694 – 767 H), dalam bidang hadits dan ushul fiqih
  6. Asy-Syaikh Syihabuddin Al-`Ajimi, cucu Ibnu Hisyam, dalam bidang nahwu
  7. Asy-Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Syihabuddin Ahmad bin Shalih bin Muhammad bin Abdullah bin Makki Asy-Syanuthi (Wafat 873 H) dalam bidang nahwu dan bahasa Arab
  8. Al-Imam Nashiruddin Abu Abdillah Muhammad bin Anas bin Abu Bakr bin Yusuf Ath-Thanatada’i Al-Mishri Al-Hanafi (Wafat 809 H), dalam bidang ilmu waris dan ilmu hitung
  9. Al-Imam Badruddin Mahmud bin Muhammad bin Ibrahim bin Ahmad Al-Aqshara’i (Wafat 825 H), dalam bidang ilmu logika, ilmu debat, ilmu ma`ani, ilmu bayan, ilmu `arudh dan ushul fikih
  10. Al-Imam Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman Ath-Tha’i Al-Basathi Al-Maliki (670 – 842 H), dalam bidang tafsir, ushuluddin, dan lain-lain
  11. Al-Imam `Ala’uddin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Bukhari Al-Hanafi (799 – 841 H)
  12. Asy-Syaikh Al-‘Allamah Nizhamuddin Yahya bin Yusuf bin Muhammad bin Isa Ash-Shairami Al-Hanafi (777 – 833 H), dalam bidang fikih
  13. Asy-Syaikh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakr bin Khudhar bin Musa, lebih dikenal dengan Ibnu Ad-Dairi (788-862 H)
  14. Asy-Syaikh Majduddin Al-Barmawi Asy-Syafi’i
  15. Asy-Syaikh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Khalil Al-Gharaqi Asy-Syafi`i (Wafat 816 H) dalam bidang fikih
  16. Asy-Syaikh Syihabuddin Ahmad bin Abi Ahmad Muhammad bin Abdullah Al-Maghrawi Al-Maliki (Wafat 820 H)
  17. Asy-Syaikh Kamaluddin Abu Al-Baqa’ Muhammad bin Musa bin Isa bin Ali Ad-Damiri (742 – 808 H), hadir dalam sebagian kajiannya
  18. Asy-Syaikh Syihabuddin Abu al-`Abbas Ahmad bin ‘Imad bin yusuf bin Abdu an-Nabi al-Aqfahasi Al-Qahiri, lebih dikenal dengan Ibnu al-`Imad (750 – 808 H)
  19. Asy-Syaikh Badruddin Muhammad bin Ali bin Umar bin Ali bin Ahmad Ath-Thanabadi
  20. Syaikh al-Islam Al-Imam Syihabuddin Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (773 – 852 H) dalam bidang hadits dan ilmu hadits
  21. Asy-Syaikh Jamaluddin Abdullah bin Fadhlullah, dalam bidang hadits
  22. Al-Imam Al-Muhaddits Syarafuddin Abu Thahir Muhammad bin Muhammad bin Abdul Lathif Asy-Syafi`i, lebih dikenal dengan Ibnu Al-Kuwaik (737 – 821 H)
  23. Al-Imam Al-`Allamah Syamsuddin Abu Al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al-Jazari Asy-Syafi’i (752 – 833 H)
  24. Asy-Syaikh Nashiruddin Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Nashiruddin Al-`Ajami As-Samnudi Asy-Syafi`i, lebih dikenal dengan Ibnu Mahmud (Wafat 855 H), Jalaluddin al-Mahalli menghafal al-Qur’an kepadanya ketika masih kecil

Murid-Murid

  1. Al-Imam Nuruddin Abu Al-Hasan Ali bin Al-Qadhi Afifuddin Abdullah bin Aham, lebih dikenal dengan nama As-Samhudi, Ulama, Mufti, Pengajar dan Sejarawan di Madinah (Lahir pada bulan Shafar 844 H, wafat di Madinah pada tahun 911 H), ia mempelajari Syarh al-Minhaj, Jam`ul Jamami`, dan lain-lain.
  2. Asy-Syaikh Burhanuddin Ibrahim bin Muhammad bin Abu Bakr bin Ali bin Mas`ud bin Ridhwan Al-Mari Al-Maqdisi lebih dikenal dengan nama Ibnu Abi Syarif (836 – 923 H) lahir di Yerusalem kemudian pergi ke Kairo dan mempelajari Syarh Jam’i al-Jawami’
  3. Asy-Syaikh Syihabuddin Abu Al-Fattah Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Musa Al-Absyaihi Al-Mahalli, ia mempelajari Syarh al-Minhaj.
  4. Asy-Syaikh Khairuddin Abu Al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Daud Ar-Rumi Al-Qahiri Al-Hanafi, lebih dikenal dengan nama Ibnu Al-Farra’ (814 – 897 H), ia mempelajari bidang fikih dan ushul fikih
  5. Asy-Syaikh Kamaluddin Abu Al-Fadhl Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Bahadir Al-Maumani Ath-Tharablusi Al-Qahiri Asy-Syafi’i (w. 877 H), ia mempelajari Syarh al-Minhaj, Syarh Jam`ul Jamami`, Syarh Alfiyah Al-`Iraqi, dan lain-lain
  6. Asy-Syaikh Shalahuddin Muhammad bin Jalaluddin Muhammad bin Muhammad bin Khalaf bin Kamil Al-Manshuri Ad-Dimyathi, Qadhi di Dimyath, lebih dikenal dengan nama Ibnu Kamil (Wafat 887 H)
  7. Asy-Syaikh Syamsuddin Abu Al-Barakay Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al-Baz Al-Asyhab Manshur bin Syibl Al-Ghiraqi (795 – 858 H)
  8. Asy-Syaikh Najmuddin Muhammad bin Syarafuddin Muhammad bin Najmuddin Muhammad bin Sirajuddin Umar bin Ali bin Ahmad Al-Qurasyi Ath-Thanabadi Al-Qahiri Asy-Syafi`i, lebih dikenal dengan nama Ibnu `Arab, (Lahir pada bulan Rajab tahun 831 H
  9. Asy-Syaikh Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Musa Asy-Syihab Al-Bairawati Al-Khanaki As-Syafi’i
  10. Asy-Syaikh `Imaduddin Abu al-Fida’ Ismail bin Ibrahim bin Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Ibrahim bin Sa`dulah bin Jama`ah (825 – 861 H, ia mempelajari Syaikh Jam`ul Jawami` dan lain-lain
  11. Asy-Syaikh Hisamuddin Husain bin Muhammad bin Hasan Al-Ghazi Asy-Syafi`i atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Al-Harasy
  12. Asy-Syaikh Syarafuddin Abdul Haq bin Syamsuddin Muhammad bin Abdul Haq bin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Abdul `Al As-Sanbathi, ia mempelajari beberapa kitab (w. 842 H)
  13. Asy-Syaikh Zainuddin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Syaraf bin Al-Lu’lu’i Ad-Dimasyqi bin Qadhi `Ajlun, (l. 839 H)
  14. Asy-Syaikh Zainuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Haji bin Fadhl As-Santawi, ia mempelajari fikih dan ushul fikih
  15. Asy-Syaikh Abdullah bin Ahmad bin Abi Al-Hasan Ali bin Isa bin Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Isa Al-Jamal Al-Hasani As-Samhudi (l. 804 H) ia mempelajari bahasa Arab, Syarh Ibnu Aqil, fikih, ushul fikih, dan lain-lain
  16. Asy-Syaikh Ali bin Daud bin Sulaiman bin Khalad bin `Audh bin Abdullah bin Muhammad bin Nuruddin Al-Jaujari, Khatib Masjid Raya Toulon, ia hadir di beberapa kajian Jalaluddin Al-Mahalli
  17. Asy-Syaikh Nuruddin Ali bin Muhammad bin Isa bin Umar bin ‘Athif Al-‘Adani Al-Yamani Asy-Syafi`i, lebih dikenal dengan nama Ibnu `Athif (l. 812 H)
  18. Asy-Syaikh Sirajuddin Umar bin Hasan bin Umar bin Abdul Aziz bin Umar An-Nawawi, ia mempelajari Syarh Al-Minhaj
  19. Asy-Syaikh Najmuddin Muhammad bin Burhanuddin Ibrahim bin Jamaluddin Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman, lahir 833 H di Yerusalem, ia mempelajari Syarh Jam`ul Jawami`
  20. Asy-Syaikh Syarafuddin Yahya bin Muhammad bin Sa`id bin Falah bin Umar Al-`Abasi Al-Qahiri Asy-Syafi`i, lebih dikenal dengan nama Al-Baqani, lahir pada tahun 827 H dan wafat pada tahun 900 H, ia mempelajari tafsir
  21. Asy-Syaikh Abu Bakr bin Quraisy bin Ismail bin Muhammad Quraisy Azh-Zhahiri, lahir pada tahun 850 H
  22. Asy-Syaikh Al-Imam Ali bin Muhammad bin Isa bin Yusuf bin Muhammad Al-Asymuni, lahir pada bulan Sya`ban 838 H dan wafat pada hari Sabtu, 17 Dzulhijjah 918 H
  23. Asy-Syaikh Burhanuddin Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan bin Ali bin Abu Bakr Al-Buqa’i (809 – 885 H)

Karya-Karya

Imam Al Mahalli menulis sejumlah buku dengan kwalitas tinggi, pikiran-pikiran   yang jernih, isinya padat dan  bahasanya yang enak dibaca. Beberapa di antaranya ;

  1. Syarh Jam’ Al Jawami (ushul fiqh),
  2. Kanz ar-Raghibin Syarh Minhaj at-Thalibin (fiqh)
  3. Syarh Al-Burdah al-Madih,
  4. Manasik Al-Hajj,
  5. Tafsir Al-Qur’an al-Karim yang ditulisnya dari awal surah Kahfi sampai akhir Al-Qur-an, melanjutkan tulisan Jalal ad-Din al Suyuti yang telah lebih dahulu menulis tafsir tersebut dari awal surah Al Fatihah sampai surah Al Isra
  6. Syarh Al-Waraqat fi Al-Ushul dan beberapa yang lain.
100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here