Biografi Imam Ar-Rafi’i (555 H – 623 H): Pentarjih dalam Mazhab Syafi’i

1
55

BincangSyariah.Com – Nama lengkapnya ialah Abdul Karim ibn Muhammad ibn Abdul Karim ibn al-Fadl ibn al-Husain ibn al-Hasan Imamuddin Abu al-Qasim al-Rafi’i al-Qazwani. Beliau lahir pada tahun 555 H di Qazwin, 130 km dari barat Teheran, Iran. Nama Rafi’i disandarkan pada al-Rafi’iyyah, yakni orang-orang Arab yang tinggal dan menetap di Qazwin pada kurun tabi’in dan tabi’it tabi’in. Menurut satu pendapat, nasab beliau diarahkan pada Abi Rafi’, seorang asisten Rasulullah SAW. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa nasab beliau diarahkan pada Rafi’ bin Khudaij al-Anshari.

Ayah beliau, Muhammad ibn Abdul Karim, ialah seorang ulama fikih sekaligus mufti di Qazwin. Ibu beliau pun merupakan seorang alim yang menjadi rujukan khususnya di bidang kewanitaan. Ayah dan ibunya merupakan sekolah pertama bagi al-Rafi’i. Kakak al-Rafi’i, yakni Abu al-Fadail juga merupakan seorang ahli fikih dan pakar hadits yang baik.

Selain berguru kepada ayahnya, ar-Rafi’i juga berguru pada Abu al-Fath ibn al-Bati, Abu Sulaiman al-Zubairi, Abu al-‘Ala’ al-Hamadhani, Imam Abu Sulaiman Ahmad ibn Hasnawih dan Abdullah ibn Abi al-Futuh.

Bersama Imam An-Nawawi, keduanya merupakan duet Imam yang fokus pada masalah penyeleksian pendapat yang palimg otoritatif (tarjiih) dalam mazhab fikih Imam al-Syafi’i. Sebagaimana diketahui bahwa pasca Imam Syafi’i hingga ke era Imam An-Nawawi dan Ar-Rafi’i, banyak sekali bertebaran kitab-kitab fikih yang menyatakan bermazhab pada Imam Syafi’i. Penulisnya pun berasal dari latar belakang akademis, geografis dan budaya yang berbeda. Perbedaan tentu menjadi sebuah keniscayaan. Maka dalam hal ini, kedua Imam tersebut dinilai sukses melakukan proses tarjih atas berbagai macam pandangan tersebut.

Karya-Karya ar-Rafi’i

Sebagai ulama yang mengkampanyekan fikih madzhab Syafi’i, Imam ar-Rafi’i memiliki berbagai macam karya di bidang-bidang yang berbeda. Diantara karya-karya tersebut ialah:

  1. Al-Aziz Syarh al-Wajiz atau Syarh al-Kabir. Kitab ini merupakan penjelasan dari kitab al-Wajiz karya Imam al-Ghazali.
  2. Syarh al-Shaghir. Kitab ini pun merupakan penjelasan dari kitab al-Wajiz karya Imam al-Ghazali, namun dengan penjelasan yang lebih singkat.
  3. Al-Muharrar. Masih sama seperti sebelumnya, kitab ini juga merupakan penjelas dari kitab al-Wajiz karya Imam al-Ghazali yang kemudian diringkas pada kitab Minhaj al-Thalibin.
  4. Al-Tadwin fi Tarikh al-Qazwin. Kitab ini merupakan kitab sejarah yang memuat tokoh-tokoh ulama yang hidup di Qazwin.
  5. Syarh al-Musnad li al-Syafi’i. Kitab ini berisi uraian dari kitab kumpulan hadits milik Imam al-Syafi’i yang berjudul al-Musnad.
  6. Al-Tadzhib. Kitab yang membicarakan masalah-masalah hukum dalam madzhab fikih.
  7. Al-Amali. Kitab yang berisi kumpulan hadits yang beliau riwayatkan dari guru-guru beliau yang terkait dengan surat al-Fatihah.
  8. Al-Ijaz fi Akhtar al-Hijaz atau al-Khatarat atau Khawatir al-Hijaz. Kitab tentang perjalanan haji Imam al-Rafi’i.

Imam al-Rafi’i meninggal dunia pada penghujung tahun 623 H dan dimakamkan di Qazwin. Ibn Khallikan mendetailkan bulan kelahirannya, yakni pada bulan Dzulqaidah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here