Biografi Imam An-Nasa’i: Pakar Hadis yang Wafat Karena Dituduh Syiah

0
558

BincangSyariah.Com – Salah satu enam kitab hadis yang seringkali disebut sebagai enam kitab hadis yang mengkompilasikan hadis shahih (kutub as-sittah), salah satunya ditulis oleh Imam An-Nasa’i, ulama besar kelahiran wilayah Nasa’, sebuah kota kuno yang masih masuk di wilayah Khurasan tahun 215 H/829 H. Khurasan adalah penyebutan untuk menyebut wilayah yang saat ini mencakup banyak negara seperti Iran, Afganistan, Pakistan, dan beberapa negera Asia Tengah.

Nama lengkapnya adalah Abu ‘Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib bin ‘Ali bin Sinan bin Bahr bin Dinar An-Nasa’i. Seperti ciri khas orangtua di masa itu yang ingin anaknya mengetahui hadis sebanyak-banyaknya, An-Nasa’i kecil juga sudah mempelajari dan menghafal riwayat tentang Nabi Saw. sebanyak-banyaknya. Ia belajar ke berbagai tempat mulai dari Khurasan, Hijaz (wilayah semenanjung Arab yang kini sebagian besar menjadi negara Arab Saudi), Iraq, Syam (di sebalah timur laut Arab Saudi, kini mencakup Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina), dan Mesir.

Dalam catatan Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala’, guru-guru yang menjadi tempat Imam An-Nasa’i menimba hadis adalah Ishaq bin Rahawaih, Hisyam bin ‘Ammmar, Muhammad bin Nadhr bin Masawir, Suwaid bin Nashr, Abi At-Thahir bin As-Sarh, Ishaq bin Syahin, al-Harits bin Miskin, al-Bazzar, ‘Amr bin Zurarah al-Kilabi, dan masih banyak lagi.

Murid-muridnya diantaranya adalah Abu Bisyr ad-Dulabi, Abu Ja’far At-Thahawi, Abu ‘Ali An-Naisaburi, Hamzah bin Muhammad al-Kinani, Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Sunni, Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad At-Thabrani, Muhammad bin Mu’awiyah bin al-Ahmar al-Andalusi, Muhammad bin Musa al-Ma’muni, dan masih banyak lagi.

Baik murid maupun guru, sama-sama memujinya. Abu ‘Ali An-Naisaburi, misalnya mengatakan : an-Nasa’i imamun fi al-hadits bi laa mudaafa’ah (An-Nasa’i, tidak diragukan lagi pemimpin dalam persoalan hadis. Ada lagi testimoni dari dari sosok bernama Abu al-Husain bin al-Muzhaffar, « aku mendengar dari guru-guruku di Mesir, mereka mengakui kehebatan Abu ‘Abdurrahman An-Nasa’i dan kepantasan menjadi imam bagi mereka. Mereka menggambarkan keteguhan An-Nasa’i dalam beribadah siang malam, berupaya untuk berhaji setiap tahun dan jihad, menghidupkan sunnah, menghindari majlis-majlis bersama penguasa, dan itu semua merupakan aktivitas beliau sampai ia mati dalam keadaan syahid. »

Dituduh Syiah

Baca Juga :  Etika Pendidik Perspektif K.H. Hasyim Asy’ari

Di masanya, terjadi sebuah sentimen politik yang sudah sampai memiriskan para ulama saat itu, yaitu ketidaksukaan kepada keturunan Ali bin Abi Thalib dan siapapun yang mendukungnya. Di masa An-Nasa’i, kekuasaan memang sudah berpindah ke Dinasti Abbasiyyah. Namun, itu tidak mengurangi sentimen sebagian muslimin kepada Ali bin Abi Thalib serta keturunannya, dan menuduh yang mendukungnya atau yang mengkritik Muawiyah sebagai Syiah. An-Nasa’i merespon hal itu dengan menulis kitab Khashaish Amir al-Mu’minin. Untuk menyebarluaskannnya, ia sampai pergi ke Syam, wilayah yang pernah menjadi pusat kekuasaan Dinasti Umayyah yang sudah runtuh. Loyalis Umayyah masih banyak.

Ketika mereka melihat kitab An-Nasa’i, mereka bertanya kenapa tidak mengumpulkan riwayaat tentang keutamaan Mu’awiyah? An-Nasa’i justru mengkritik balik dengan menyatakan, “apa yang bisa kuriwayatkan dari Muawiyah? Saya tidak tahu tentang keutamaannya melainkan riwayat, “Allahumma laa tusybi’ bathnahu” (ya Allah jangan engkau kenyangkan perutnya). Dari ungkapannya itu, para simpatisan Mu’awiyah mengeroyoknya di Masjid al-Umawi. Ada riwayat sampai An-Nasa’i dikebiri pada peristiwa itu. Ia kemudian dibawa kembali ke Ramallah, ada yang bilang dibawa ke Mekkah, lalu ia meningggal di kota tersebut pada bulan 13 SHafar 303 H.

Karya-Karyanya

  • As-Sunan Al-Kubra
  • As-Sunan al-Mujtabaa’/As-Sunan An-Nasa’i, disebut sebagai ringkasan riwayat yang shshih dalam kitab As-Sunan Al-Kubra
  • Khashoish Amir al-Mu’minin ‘Ali bin Abi Thalib
  • Fadhail as-Shohabah
  • Ad-Dhu’afaa wa al-Matrukin
  • Al-Muntaqaa min ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here