Biografi Imam al-Thabari; Ahli Tafsir yang Menulis Ribuan Halaman

0
453

BincangSyariah.Com – Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Jarir al-Thabari? Ia merupakan seorang ulama besar yang tafsirnya menjadi rujukan induk sebagai dokumentasi riwayat tentang penafsiran Al-Qur’an. Beliau juga diketahui sebagai ulama yang mencapai derajat mujtahid mutlak sebagaimana Imam Syafi’i. Hanya saja dalam perkembangannya mazhab beliau tidak dapat bertahan dan tenggelam tanpa pengikut. (Baca: Biografi Imam Al-Thabari; Ahli Tafsir yang Jomblo Seumur Hidup)

Sejarah mencatat bahwa Imam al-Thabari ini sangat aktif dalam menulis hingga produktivitas tulisan beliau mencapai jumlah yang menakjubkan. Yaqut al-hamawi dalam Mu’jam al-Udaba’ (18/40) menuliskan sebuah cerita. Imam al-Thabari bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah kalian sanggup membahas tafsir Al-Qur’an?” Mereka menjawab, “Berapa banyak jumlahnya?” al-Thabari kemudian menjawab “Seandainya ditulis kira-kira mencapai 30 ribu halaman.” Murid-murid beliau mengeluhkan bahwa umur mereka tidak akan cukup untuk mempelajari sebanyak itu. Ibnu Jarir kemudian meringkasnya menjadi tiga ribu halaman dan mendiktekan tafsir tersebut selama tujuh tahun kepada murid-muridnya, dimulai sejak tahun 283 tahun hingga tahun 290 Hijriah.

Hal yang sama juga pernah terjadi dalam keilmuan lain. Beliau bertanya kepada muridnya seberapa besar semangat mereka untuk mempelajari kajian sejarah sejak masa Nabi Adam hingga masa al-Thabari hidup. Ketika murid-muridnya bertanya berapa jumlahnya, al-Thabari juga menjawab jumlah yang kurang lebih sama dengan kajian tafsir. Murid-murid beliau juga mengeluhkan bahwa umur mereka tidak akan cukup untuk mengkaji itu semua, maka al-Thabari juga meringkasnya seperti dalam kajian tafsir.

Al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad (2/126) menuliskan sebuah riwayat bahwa setiap harinya al-Thabari menulis sebanyak 40 halaman dan hal ini secara konsisten dilakukan selama 40 tahun.

Dalam keterangan lain disebutkan jika membuat kalkulasi semua tulisan al-Thabari dengan umur beliau, maka sejak mencapai usia baligh hingga meninggal rata-rata beliau menulis sebanyak 14 halaman perhari, dengan konsistensi yang demikian terjaga tidak mengherankan jika seorang al-Thabari yang lahir pada tahun 226 dan wafat tahun 310 (86 tahun), dan sebut saja beliau baligh pada usia 14 tahun maka total tulisan beliau dapat mencapai angka lebih dari 300 ribu halaman.

Baca Juga :  Tidak Banyak yang Tahu, Surah An-Nashr adalah Pesan Tanda Akhir Hayat Rasulullah

Akses terhadap sebagain kecil dari luasnya khazanah ilmu seorang Ibn jarir mungkin dapat kita lakukan dengan membaca kitab Tafsir dan tarikh beliau. Kitab tafsir beliau terdiri dari 30 jilid besar sedangkan kitab Tarikh beliau terdiri dari 12 jilid. Semoga kita diberikan keberkahan umur selayaknya keberkahan umur para ulama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here