Bila Rutin Dilakukan, Tiga Hal Sepele Ini Dapat Buat Orang Keras Kepala

0
1429

BincangSyariah.Com – Ada tiga hal sepele yang ternyata bila sering dilakukan itu akan membuat kita keras kepala. Diriwayatkan dari sahabat Buraidah, Rasulullah saw. bersabda.

ثلاثٌ مِنَ الجَفاءِ: أنْ يَبُولَ الرَّجُلُ قائِماً أوْ يَمْسَحَ جَبْهَتَهُ قَبْلَ أنْ يَفْرَغَ مِنْ صَلاتِهِ أوْ يَنْفُخَ فِي سُجُودِهِ

Tiga hal yang termasuk keras kepala itu seseorang yang kencing sambil berdiri, mengusap jidat sebelum selesai shalat, dan meniup tempat sujud. (HR. Bazar)

Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir berpendapat bahwa kencing sambil berdiri itu memang tidak haram, namun hanya menyelisihi hal yang lebih utama (khilaful aula; hukum di bawah makruh). Khilaful aula itu bila memang tidak ada halangan apapun. Bila ada halangan sehingga mengharuskan kencing sambil berdiri itu mubah. Sementara itu, maksud mengusap jidat itu bila memang di jidat terdapat kerikil atau pasir-pasir kecil yang menempel. Begitupun dengan meniup pasir yang ada di tempat sujud.

Menurut Syekh Zainuddin al-‘Iraqi dalam syarah al-Tirmidzi, begitu juga al-Haithami, rawi hadis ini kualitasnya setara dengan kriteria Imam Bukhari dan Muslim. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Thabrani dalam kitab al-Auwsath.

Selain tidak dianjurkan untuk melakukan tiga hal di atas secara rutin, kita juga dianjurkan untuk istiqamah membaca doa berikut agar tidak mempunyai hati yang keras. Bila kita mempunyai hati yang keras, tentu dikhawatirkan akan sulit menerima nasihat baik dari seseorang. Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut. 

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ عِلْمَهَا فِيْ قَلْبِيْ وَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَقُلِ اْلحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلاَمٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفَى

Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil ‘adzimi la ilaha illallahu allohumma tsabbit ‘ilmaha fi qolbi waghfirli zanbi waghfir lil mu’minina wal mu’minati wa qulil hamdu lillahi wa salamun ‘ala ‘ibadihil lazinashthofa.

Baca Juga :  Bentuk Mulut, Mata, dan Tumit Nabi

“Maha Suci Allah dan dengan segala pujian-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung. Tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, kokohkanlah pengetahuannya dalam hatiku dan ampunilah dosaku, dan ampunilah orang-orang mukni laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan. Dan ucapkanlah, ‘Dan segala puji bagi Allah dan keselamatan bagi para hamba pilihan-Nya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here