Bidah-bidah yang Dilakukan Para Sahabat

7
2020
BincangSyariah.Com – Bidah ada dua macam: bidah terpuji dan bidah tercela. Bidah terpuji atau populer dengan sebutan bidah hasanah. Ini adalah setiap perbuatan baru yang tidak bertentangan dengan syariat. Meskipun Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan, tapi bukan berarti tidak boleh dilakukan. Bahkan ada bidah yang dilakukan para sahabat. Sementara bidah tercela adalah setiap perbuatan baru yang bertentangan dengan syariat Islam.
Sebagian orang menolak pembagian bidah ini karena mereka memahami bahwa setiap bidah adalah sesat. Dengan logika demikian, setiap hal yang tidak dilakukan Rasulullah terutama yang berkaitan dengan urusan ibadah, dianggap salah dan bidah.
Namun, kalau melihat sejarah Rasulullah dan sahabatnya, ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Rasulullah pun dalam beberapa hal mengamini bidah yang dilakukan para sahabat. Termasuk dalam ibadah sekali pun. Misalnya, Shahih Al-Bukhari menyebutkan:
عن رفاعة بن رافع رضي الله عنه قال: كنا يومًا نصلي وراء النبي صلى الله عليه وآله وسلم فلما رفع رأسه من الركعة قال: «سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ»، قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ: رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ، قَالَ: «مَنِ المُتَكَلِّمُ» قَالَ: أَنَا، قَالَ: «رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ
Artinya, “Rifa’ah bin Rafi’ berkata, ‘Kami pernah shalat bersama Rasulullah, saat bangun dari ruku’ ia membaca, ‘Sami’allahu liman hamidah.” Tiba-tiba ada seorang sahabat yang membaca, ‘Rabbana wa lalakal hamd hamdan katsiran tayyiban mubarakan fihi (wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah). Setelah selesai shalat, Rasul bertanya, ‘Siapa yang mengucapkan kalimat itu?’ Sahabat itu berkata, ‘Saya Rasulullah.’ Kemudian Rasulullah berkata, ‘Saya melihat sekitar tiga puluhan malaikat berloma-lomba untuk siapa pertama kali yang mencatat (pahalanya),’” (HR Al-Bukhari).
Hadits ini menjelaskan bahwa lafal yang dibaca sahabat dalam shalat tersebut tampaknya belum pernah dijelaskan Nabi Muhammad SAW. Ketika ada sahabat yang membaca doa tersebut Rasulullah tidak marah dan malah memuji sehingga kita pun boleh mengamalkannya. Sebab itu, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:
واستدل به على جواز إحداث ذكر في الصلاة غير مأثور إذا كان غير مخالف للمأثور
Artinya, “Hadits di atas dijadikan dalil sebagai kebolehan membuat dzikir baru dalam shalat yang tidak ma’tsur selama tidak bertentangan dengan ma’tsur.”
Dengan demikian, melakukan bidah dalam ibadah juga dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Tentu maksud bidah di sini adalah bid’ah hasanah, bukan bidah sayyi’ah atau dhalalah. Hal ini sudah dilakukan pula oleh sahabat Rasulullah di hadapan beliau SAW.
Dari sini kita dapat menarik pelajaran agar tidak terlalu cepat menyalahkan amalan yang dilakukan sekelompok orang atas dasar Rasul tidak pernah melakukan. Karena bisa jadi apa yang dilakukan itu merujuk pada dalil-dalil umum dalam syariat yang sebetulnya kalau dikaji tidak bertentangan dengan syariat. Wallahu a’lam.
[Artikel ini pernah dimuat NUOnline]
Baca Juga :  Jabat Tangan Setelah Shalat Bid'ah?

7 KOMENTAR

  1. sya jg dulu berpikir seperti itu, tp stelah saya belajar ternyata agama islam itu simpel,yg berasal dari nabi aj kita blm bs lakukan smua knp hrs cari atau buat yg baru,kita ini harusnya tinggal melaksanakan saja bkan membuat,islam itu sdh smpurna sblm nabi wafat.selain itu zaman nabi itu zaman wahyu,msh proses penyempurnaan, penyempurnaan itu bs lwat mimpi nabi, lewat sahabat nabi

  2. Istilah Bid’ah Hasanah itu disebut oleh Umar ibnu Khatab RA saat mengumpulkan sahabat untuk melaksanakan sholat Tarawih berjamaah sepeninggalan Rasulullah SAW yg dikhawatirkan menjadi bidah dolalah….
    Lalu umat kini yg mengaku kaum salafy apa lebih paham dari Umar Bin Khatab RA ….?

  3. Apa nabi SAW menyebut sunahnya Taqriyah ….? atau istilah itu kalian yg buat…? kalo kalian yg buat istilah itu berarti bid’ah juga namanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here