Bicara HAM dalam Islam Selalu Terkait Kewajiban

0
1035

BincangSyariah.Com – Bagaimana Islam melihat hak asasi manusia (HAM)? Begitu Syaikh ‘Ali Jum’ah, mantan Mufti Negara Mesir dan salah seorang ulama yang masyhur dikenal dunia saat ini, dalam sebuah forum pengajian yang diunggah di youtube. Dalam video tersebut, tertanggal ceramah diunggah pada tahun 2015. Judul videonya adalah Ta’shilu Fikrati Huquq al-Insan (Menelusuri Akar Pemikiran Hak Asasi Manusia). Hemat saya, yang menarik dari video ini sebenarnya tidak hanya isunya. Karena perdebatan soal Hak Asasi Manusia apakah sesuai dengan Islam atau tidak merupakan ulasan dan bahasan yang dibahas sejak lama. Tentu ada yang setuju atau tidak.

Yang juga menarik adalah, Syaikh ‘Ali Jum’ah, sosok yang sudah dikenal luas ini kini lewat akun youtube, konsen mengunggah jawaban-jawabannya terhadap masyarakat yang bertanya, meski persoalan itu sebenarnya sangat mendasar.1

Salah satunya yang dijawab adalah menjelaskan soal bagaimana menjelaskan persoalan Hak Asasi Manusia. Adakah pembahasannya dalam khazanah Islam?

Dalam penjelasannya, Syaikh ‘Ali Jum’ah mengatakan bahwa Hak Asasi Manusia dengan makna hak-hak dasar kemanusiaan, sebenarnya dijelaskan dalam kajian Maqashid as-Syari’ah. Kajian soal apa makna dan tujuan-tujuan dari syariat. Sebagai perspektif, beliau berpandangan bahwa Maqashid as-Syari’ah sebenarnya adalah bagian dari bahasan ‘illat dalam hukum Islam. Ia adalah bagian kecil dalam bahasan Qiyas, sebuah sumber pemahaman dalil yang disepakati oleh banyak ulama, kecuali sebagian kecil yang menolak adanya Qiyas. 

Menurut beliau, HAM dalam pengertian hak kemanusiaan sangat diakui. Dalam persoalan ‘illat, ada bahasan soal lima tujuan utama hukum Islam, misalnya Hifzhu ad-Din (menjaga agama); Hifzh an-Nasl (menjaga keturunan) atau Hifzh Karamati al-Insan/al-‘Irdh (menjaga kemuliaan manusia/harga diri).

Baca Juga :  Prinsip-prinsip Muamalah terhadap Nonmuslim

Namun, yang menurut dicatat menurut Syaikh ‘Ali Jum’ah adalah, memang umat muslim tidak pernah membahas secara khusus soal yang disebut Hak Asasi Manusia. Namun dalam tradisi Islam, pembicaraan tentang hak selalalu berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Dalam persepektif beliau, ini mungkin yang berbeda dengan masyarakat Barat, yang banyak berbicara soal hak asasi, tapi acapkali lupa soal kewajiban.

Misalnya, soal Hak Kehidupan. Semua manusia berhak untuk hidup. Maka ada kewajiban untuk tidak menghilangkan kehidupan, baik dari diri sendiri atau orang lain. Sehingga bunuh diri haram hukumnya, karena ia menghilangkan kehidupan. Ini berbeda dengan bahasan dalam Hak Asasi. Mungkin dalam perspektif Hak Asasi, orang bisa saja mengatakan, “ini diri saya, saya berhak mau meneruskan hidup atau mengakhirinya sendiri.”

Terakhir beliau mengatakan, ini yang menjadi permasalahan, yaitu bagaimana HAM berbeda sudut pandangnya dari pemikiran keislaman dengan pemikiran barat. Karena bicara hak dalam Islam selalu berkaitan dengan kewajiban.

Wallahu A’lam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here