Berteman dengan Orang Saleh Termasuk Riya Jika …

1
1580

BincangSyariah.Com – Berteman dengan orang saleh atau orang alim adalah anjuran dalam agama. Ini karena mereka adalah panutan yang dapat membimbing kita ke jalan yang lebih terarah. Orang yang berilmu memiliki keutamaan tersendiri dibanding yang lain, sangat beruntung apabila kita dekat dengan mereka, siapa tau kelak mereka akan memberikan pertolongan (syafaat) bagi kita. (Baca: Tips Berteman Menurut Ibnu Athaillah)

Namun kita tidak  boleh berbangga diri lantaran kita dapat dekat dengan mereka, baik kita bisa meniru kesalehan mereka, ataupun belum bisa. Di zaman Rasulullah saw. banyak orang munafik berkumpul bersama Rasulullah, shalat berjamaah bersama, makan bersama, bahkan kadang mereka ikut perang melawan orang-orang kafir namun di hati mereka tidak ada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam  Kitab Farhatun Nufus Syarah Tajul Arusy Al Hawi li Tahdzibin Nufus (juz 1 hlm. 174) Al-Imam Tajuddin Ahmad Ibnu Athoillah As-Sakandary Menjabarkan:

من أنواع الرياء أن يدَّعي الرجل صحبةَ الأفاضل، ويُقيم الولائم والحضرات لهم ويزورهم في بيوتهم ويُغدق عليهم، يفعل كل ذلك ليُعرف بهم، لا لينتفع بهم، بل ليكسب احترام الناس من وراء احترامهم لهم، وتزداد مصالِحُه وتنمو

Salah satu d iantara macam-macam riya adalah seseorang mengaku-ngaku berteman dengan orang-orang mulia, dapat menyediakan walimah dan jamuan-jamuan untuk mereka, mengunjungi rumah-rumah mereka dan memberi mereka banyak hadiah.

Ia melakukan hal itu semua agar ia dikenal akrab dengan mereka, bukan agar ia memperoleh manfaat dari mereka. Akan tetapi agar ia ikut dimuliakan oleh orang banyak di balik kemuliaan orang-orang mulia yang diakrabinya itu, dan ia pun memperoleh keuntungan lebih dan bertambah.

ومجمل حديثه؛ “جلستُ مع العالم الفلاني”، “تَعَشَّيتُ مع العارف الفلاني”، فمن يسمع ذلك يقول؛ “ما شاء الله”، ويظن أنه منهم، وهذا الذي يريده الرجل

Dan simpelnya ia bilang: “Saya duduk bersama dengan kiai fulan”, atau “Saya makan bersama kiai Fulan”. Maka orang yang mendengarnya akan berkomentar: “Masya Allah” dan mengira bahwa ia termasuk bagian dari orang-orang mulia itu, dan itulah yang sebenarnya diinginkan olehnya.

Termasuk sifat tercela riya adalah berteman dengan orang saleh namun tidak mengambil manfaat ilmu darinya, hanya sekedar ingin dapat pujian dari orang lain. Ia melewatkan kesempatan emas ketika berkumpul dengan orang saleh, tidak ada tujuan meniru amal kebaikan orang yang saleh, hanya sebatas pamer diri, supaya ia dianggap bagian dari orang yang saleh.

Wallahu A’lam Bissawab.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Media sosial sebagai salah satu teknologi komunikasi terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan zaman. Media sosial memberi ruang lebih luas kepada siapapun untuk membagikan setiap momen dalam kehidupannya, termasuk untuk menyiarkan target-target dan rencana baik yang ia punya. Padahal, ada sebuah riwayat yang mengajari kita untuk tidak menyiarkan rencana baik kepada publik. Artinya, kita dianjurkan jangan suka pamer. (Baca: Berteman dengan Orang Saleh Termasuk Riya Jika …) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here