Bertafakur Melalui Penciptaan Unta

0
1754

BincangSyariah.Com – Jika kita sering menadaburi ayat Al Qur’an, tentu kita akan bertemu dengan sebuah ayat di mana Allah menyuruh kita untuk memperhatikan unta. Seolah-olah Allah menyuruh secara khusus untuk bertafakur mengenai hewan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dengan kehidupan kita di Indonesia. Lantas apakah hikmah di balik semua itu?

Menurut Buya Hamka, bukanlah sedang dalam kemunduran jika kita senang memperhatiakn penciptaan unta hanya karena sekarang sudah tidak zamannya memakai unta lagi. Tetapi bagaimana kita menyingkap kebesaran Allah dan keagungan-Nya yang tampak nyata di segenap penjuru alam ini. Dalam QS Al Ghasiyah ayat 17 Allah berfirman:

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ

Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan

Unta yang bisa bertahan hidup di lima puluh derajat celcius tidak bisa dijelaskan oleh logika teori revolusi. Tanpa pelindung dan persiapan yang matang, manusia bisa terperangkap dalam kematian jika berada di gurun pasir. Begitupun dengan kendaraan, hanya kendaraan khusus yang bisa bertahan dalam kondisi panasnya sengatan gurun pasir tersebut.

Namun uniknya berbeda dengan ciptaan Allah yang bernama unta. Unta bisa bertahan hidup hingga delapan hari tanpa makan dan minum. Hingga ketika dalam perjalanan, unta akan meniyimpan makanan atau minumana yang ditemuinya. unta mampu minum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit, dan tempat penyimpanannya adalah dalam punuk unta. Sebab itulah unta mampu bertahan di gurun berhari-hari di gurun pasir yang sulit akan adanya makaman dan minuman.

Desain gigi dan mulut unta terbentuk dengan desain yang keren. Makanan di gurun pasir kebanyakan kering dan berduri, namun unta bisa memakan makanan yang berduri dengan mudah. Perut unta juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada makhluk lainnya, dimana perutnya cukup untuk mencerna hampir semua tumbuhan di padang pasir. Ini juga yang menyebabkan unta bertahan delapan hari tanpa makan.

Baca Juga :  Memilih Waktu Terbaik untuk Memulai Usaha

Jika manusia terserang debu atau pasir bisa menyesakkan mata, namun tidak dengan unta. Allah menciptkan kelopak mata unta dengan sistem perindungan khusus yang bisa melindungi matanya dari debu dan butiran pasir. Kelopak mata unta terdesain dengan transparan atau tembuh cahaya. Sehingga unta bisa melihat meskipun mata tertutup. Begitu pula dengan bulu mata dan hidung unta, Allah ciptakan dengan sebaik-baik bulu mata yang panjang dan tebal guna mencegah masuknya debu ke dalam mata dan hidung yang memliki peutup khusus jika badai pasir menerpa.

Keadaan di gurun itu mudah terperosok ke dalam pasirnya, namun tidak dengan kaki unta yang mampu membawa muatan ratusan kilogram dengan aman. Kaki unta diciptakan dnegan telapak kaki yang lebar yang  bisa menahannya dari tenggelam dalam pasir dan berfungsi sama seperti sepatu salju. Kaki panjang unta memjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Begitu pula dengan tubuh unta yang tertutupi oleh rambut yang lebat dan tebal. Ini melindungi tubuhnya dari sengatan natahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku saat matahari terbenam.

Kejaiban dan kelebihan yang terdapat dalam penciptaan unta diatas sengaja Allah suruh untuk diperhatikan. Agar kita bisa mengokokohkan keimanan kita kepada Allah.  Selain diciptakan untuk bertahan di padang pasir, unta juga sangat bisa membantu kehidupan manusia di sekitarnya. Begitulah Allah, kebesaran-Nya dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Subhanallah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here