Berapa Kali Rasulullah Berkurban Selama Hidupnya?

0
687

BincangSyariah.Com – Berkurban pada hari raya Idul Adha merupakan perkara yang hukumnya sunnah bagi setiap muslim yang mampu melakukannya. Maka jika harta yang ia miliki tidak mencukupi untuk mengeluarkan kurban baik dengan kambing atau sapi maka ia tidak perlu berkurban. Lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad Saw, berapa kali Rasulullah berkurban selama hidupnya?

Dalam sebuah hadis disebutkan

عن ابن عمر قال: أقام رسول الله صلى الله عليه وسلم بالمدينة عشر سنين يضحي كل سنة

Dari Ibnu Umar berkata, “selama Rasulullah bermukim di Madinah selama sepuluh tahun, beliau menyembelih kurban tiap tahunnya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Menurut Tirmidzi, hadis tersebut hasan. Namun dalam silsilah sanadnya terdapat seorang perawi yang mudalis yaitu Hajjaj bin Arthah. Hajjaj orang jujur namun terkadang ia mudalis (menyembunyikan cacat hadis). Maksudnya, Ibnu Hajar menjelaskan dalam Tahdzib al-Tahdzib bahwa Hajjaj mudalis jika ia mendapatkan hadis dari perawi yang dhaif jika ia meriwayatkan dari perawi yang tsiqah dan dengan redaksi riwayat yang yang menunjukkan ia mendapatkan hadis tersebut secara langsung dari sang guru seperti jika Hajjaj menyebutkan haddatsana (telah menyampaikan kepada kita).

Menurut Ibnu Hajar, jika ia menjelaskan bagaimana hadis tersebut sampai padanya, maka hadis tersebut dapat diterima. Sehingga hadis yang Hajjaj riwayatkan dapat disebut riwayat yang shalih al-hadis yaitu kriteria ta’dil terendah dalam kritik sanad hadis. Sehingga berdasarkan penjelasan Ibnu Hajar, maka penilaian Tirmidzi yang mengatakan hadis ini hasan dapat diterima.

Ibnu Sa’ad dalam al-Thabaqat meriwayatkan hadis semisal, tapi pada akhir kalimat dengan lafal berbeda. Yaitu selama 10 tahun di Madinah, beliau tidak pernah meninggalkan amalan kurban.

Jadi berdasarkan riwayat ini, jika Rasulullah selalu berkurban setiap tahun selama bermukin di Madinah berarti beliau berkurban sebanyak 10 kali selama hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak diwajibkan tapi berkurban sangat dianjurkan bagi orang-orang yang mampu sebagai momen untuk berbagi rezeki dengan orang-orang yang belum tentu merasakan nikmatnya daging kecuali pada hari raya Idul Adha. Wallahu’alam.

Baca Juga :  Googling Hukum Islam, Ini Tips agar Dapat Jawaban yang Tepat


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here