Bentuk Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

1
13

BincangSyariah.Com – Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. adalah tradisi yang memiliki banyak corak dalam pelaksanaannya. Apabila ditinjau dari perspektif sejarah, sebenarnya tidak ada penetapan tanggal khusus untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Lantaran tak ada ketetapan dalam pelaksanaaannya, maka perayaan maulid pun digelar pada tanggal yang berbeda-beda. Persamaannya hanya sama-sama diadakan di bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi besar Muhammad Saw.

Sosok Nabi Muhammad Saw. memiliki peran paling penting untuk umat Islam sebagai musyarri, mubayyin, dan panutan. Kaum Muslimin menjadikan setiap tutur dan laku beliau sebagai suri teladan.

Sepanjang bulan Rabiul Awal, ada banyak kalangan Muslim yang melaksanakan majelis-majelis khusus untuk merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. (Baca: Tradisi Barzanji dalam Merayakan Maulid Nabi: Perspektif Al-Quran terhadap Tradisi)

Perayaan ini dilaksanakan untuk mengingat kembali jasa-jasa beliau. Praktiknya adalah dengan memanjatkan shalawat demi memohon syafaat kepadanya.

Dalam buku Perayaan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW: Asal Usul dan Penyebaran Awalnya; Sejarah di Magrib dan Spanyol Muslim sampai Abad ke-10/ke-16 (1994), Nico Kaptein menuliskan bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw. adalah satu dari tiga hari besar dalam Islam, selain dua hari raya Muslim yang utama yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Hal ini disebabkan karena peringatan Maulid Nabi diadakan hampir di seluruh wilayah Muslim di dunia tradisi barzanzi. Di Indonesia, tradisi ini ada di kalangan warga Nahdliyyin atau Nahdlatul Ulama (NU) dan menjadi tradisi penting yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada umumnya, pesantren-pesantren NU di pulau Jawa mengadakan kegiatan pembacaan Maulid deba atau barzanji. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh para santri pada waktu-waktu yang utama, sebagai misal di hari Jumat atau Senin.

Baca Juga :  Hikmah: Ketika Nabi Muhammad Bercanda

Puncak kegiatan biasanya diadakan pada saat perayaan Hari Besar Islam yakni tanggal 12 Rabiul Awal yang merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Selain kegiatan rutin di atas, ada juga majelis Maulid lainnya yang sengaja diadakan sebagai ekspresi bentuk cinta terhadap Nabi Muhammad Saw.

Kecintaan terhadap Rasulullah dalam tradisi Maulid Nabi Muhammad Saw. ditunjukkan dengan membaca teks-teks khusus di hari kelahirannya. Orang-orang sengaja berkumpul secara berjamaah.

Dari perkumpulan tersebut kemudian dilaksanakan pembacaan biografi berbahasa Arab yang biasa disebut maulid deba atau barzanji. Biasanya, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan melantunkan shalawat bersama-sama.[]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here