Ini Teladan Kesederhanaan Hidup Nabi Muhammad

0
891

BincangSyariah.Com – Nabi Muhammad Saw. adalah teladan bagi kita semua, setiap manusia. Akhlak dan karakter beliau yang baik membuatnya pantas dijadikan sebagai panutan bagi umat Islam. Jatuh bangun kehidupan dirasakannya. Ia pernah merasakan hidup miskin, lalu berkecukupan. Meski begitu, hidup yang dipilih Nabi Muhammad Saw. sebenarnya sangat bersahaja.

Banyak gelar yang disandang oleh Nabi Muhammad Saw., tapi tidak membuatnya hidup sombong. Beliau tetap menjalani hidup sehari-hari dengan sederhana. Inilah yang membuat dirinya pantas dijadikan suri tauladan bagi semua umat. Lantas, bagaimana bentuk kesederhanaan hidup Nabi Muhammad Saw.?

Salah satu bentuk kesederhanaan hidup Nabi Muhammad Saw. adalah bahwa sampai akhir hayatnya, beliau tidak pernah menikmati roti sampai merasa kenyang. Hal ini termaktub dalam sebuah hadis sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah r.a., beliau berulang kali mengarahkan jarinya ke mulut, sembari mengatakan, “Rasulullah Saw. dan keluarganya tidak pernah merasa kenyang dalam tiga hari berturut-turut karena memakan roti gandum. (Keadaan tersebut terus berlangsung) hingga beliau berpisah dengan dunia.” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)

Tak hanya itu. Satu waktu, keluarga Nabi Muhammad Saw. juga pernah tidak memasak apa pun selama sebulan. Mereka hanya mengonsumsi kurma dan air putih putih saja. Peristiwa ini diceritakan oleh Aisyah r.a., istri Nabi Muhammad Saw. yang tercantum dalam sebuah hadits sebagai berikut:

Aisyah r.a. mengatakan, “sesungguhnya kami, keluarga Muhammad pernah selama sebulan tidak menyalakan api (tidak memasak apa pun) kecuali kurma dan air.” (H.R. Muslim dan at-Tirmidzi)

Lain waktu, kesederhanaan hidup Nabi Muhammad Saw. ditunjukkan saat dirinya tak berat hati memberikan apa pun yang masih dimilikinya kepada orang lain. (Baca: Ini Alasan Michael Hart Jadikan Nabi Muhammad 100 Tokoh Berpengaruh Nomor Wahid Dunia)

Baca Juga :  Jenis-jenis Kurma

Pada waktu itu, ada seorang anak laki-laki yang mengunjungi rumah Nabi Muhammad Saw. dan berkata, “wahai Nabi, aku datang kemari membawa pesan dari ibuku yang meminta ini dan itu.”

Lalu Nabi Muhammad Saw. menjawab, “maaf, hari ini aku tidak memiliki apa pun.”

“Kata ibuku, pakaian yang sedang engkau kenakan juga boleh,” ujar anak laki-laki tersebut.

Tanpa menolak, Rasulullah Saw. pun memberikan pakaian yang beliau kenakan satu-satunya dan menyerahkannya kepada anak tersebut. Anak laki-laki tersebut pun tersenyum puas sebab tidak pulang dengan tangan kosong.

Selain kisah-kisah di atas, Nabi Muhammad Saw. juga pernah tidur beralaskan tikar yang dilihat langsung oleh sahabatnya, Umar Ibnu Khatab. Bentuk kesederhanaan hidup Nabi Muhammad Saw. lainnya adalah ketika beliau mendatangi Aisyah dan melihat potongan kue lalu mengambilnya, mengusapnya, dan memakannya.

Beliau pun bersabda, “berlaku baiklah kalian kepada serpihan nikmat-nikmat Allah Swt. Jangan kalian menyia-nyiakannya. Jika ia hampir hilang dari suatu kaum, ia kembali kepada mereka.’” (H.R. al-Baihaqi dari Anas bin Malik)

Dari hal itu, kita memetik pelajaran bahwa kita harus selalu mensyukuri nikmat sekecil apa pun yang diberikan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Bentuk-bentuk kesederhanaan hidup Nabi Muhammad Saw. yang telah dipaparkan membuktikan bahwa beliau mengajarkan kita semua untuk selalu merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki dan selalu bersyukur untuk semua hal yang telah diberikan oleh Allah Swt. Beliau juga mengajarkan agar tidak melupakan kehidupan akhirat dan sibuk mengejar pencapaian duniawi semata.[]

Baca Juga :  Busra bin Abi Arthah; Pengagum Utsman bin Affan Penakluk Waddan Libia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here