Bencana Dihapuskan Karena Ahli Hadis

0
114

BincangSyariah.Com – Sejak lama, ada pujian yang beragam kepada mereka yang mempelajari hadis. Bahkan, Ibrahim bin Adham, salah seorang salaf, seorang waliyullah, pernah berkata ketika bertemu dengan sekelompok para ahli hadis (al-muhadditsun). Ia lalu langsung berujar,

بكم تصرف عنّا البلاء

“Wahai Ahli Hadis, karena kalianlah bencana dihilangkan dari kami.” 

Melalui para usaha selama sekian generasi inilah, saat ini umat Muslim seluruhnya bisa mengerti bahwa praktik keislaman yang mereka lakukan tersebut benar bersumber dari Rasulullah Saw. Para ahli hadis di masa awal kodifikasi hadis – dan inilah yang kemudian menghasilkan Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; Sunan Abi Dawud; dan kitab hadis lainnya – melakukan penelaahan dan pengujian jalur periwayatan teks yang dikategorikan sebagai hadis. Mereka menguji dengan meneliti satu persatu kredibilitas para rawi (orang yang meriwayatkan) dalam jalur periwayatan tersebut. Bahkan untuk melakukannya, tidak jarang mereka harus menempuh perjalanan berbulan-bulan.

Di kalangan para pengkaji hadis, sebenarnya sudah masyhur salah satu keutamaan para periwayat hadis adalah menyebut-nyebut nama mereka bisa mengangkat bala atau musibah dari satu negeri. Imam Ahmad bin Hanbal misalnya pernah memuji salah seorang tabi’in bernama Shafwan bin Sulaim dengan ungkapan kalau menyebut namanya bisa jadi wasilah untuk meminta turun hujan,

هَذَا رَجُلٌ يُسْتَسْقَى بِحَدِيْثِهِ، وَيَنْزِلُ الْقَطْرُ مِنَ السَّمَاءِ بِذِكْرِهِ

“Orang ini hadisnya jadi wasilah untuk meminta hujan, dan air hujan turun karena namanya ia disebutkan.”
Bagi para ulama, ungkapan tersebut lebih dari sekedar pujian akan kesalihan dan kualitas riwayat. Tapi juga landasan bertawasul dengan nama-nama orang shalih untuk mengangkat bala di suatu tempat atau negeri. Prinsip ini sesuai dengan ungkapan Sufyan bin Uyaynah, yang dibenarkan oleh Ibn Shalah dalam kitab Muqaddimah-nya bahwa kalau mengenang nama-nama orang shalih adalah ibadah, maka Nabi Saw. adalah pemimpin dari semua orang yang shalih yang pernah ada di muka bumi,

لكن قال ابن الصلاح في “علوم الحديث”: روينا عن أبي عمرو إسماعيل بن مجيد: “أنه ساير أبا جعفر أحمد بن حمدان وكانا عبدين صالحين فقال له: بأي نية أكتب الحديث؟ فقال: ألستم ترون أن عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة؟ فقال: نعم، قال: فرسول الله صلى الله عليه وسلم رئيس الصالحين”. انتهى

Baca Juga :  Mengenal Hadis Hasan Li Ghairihi

Ibn Shalah berkata dalam kitab ‘Ulum al-Hadits (al-Muqaddimah): Kami meriwayatkan dari Abu ‘Amr Ismail bin Majid kalau ia (Abu Amr) pernah berjalan bersama Abu Ja’far Ahmad bin Hamdan. Dua-duanya orang hamba yang shalih. Lalu Abu ‘Amr bertanya kepada Abu Ja’far,

“niat apa yang harus saya tetapkan saat menulis hadis?”

Abu Ja’far: “bukankah kalian berpendapat kalau menyebut orang-orang shalih itu menurunkan rahmat?”

Abu ‘Amr: “betul!” 

Abu Ja’far: “kalau begitu Rasulullah Saw. itu pemimpin orang shalih.”

Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences adalah pesantren ilmu hadis pertama di Indonesia, yang didirikan oleh Alm. Prof.Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub.MA. untuk mencetak kader-kader ulama di masa depan.

Jangkauan khidmah Darus-Sunnah di dunia pendidikan dan menambah jumlah peserta didik, di penghujung tahun 2019, Darus-Sunnah mencoba:

1. Membebaskan lahan seluas 500 M2

2. Dengan estimasi harga 5.000.000/M2.

3. Total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 2.500.000.000,-

Untuk itu, Darus-Sunnah membuka kesempatan bagi saudara semua untuk turut terlibat dalam proses perluasan Pesantren dengan skema wakaf kolektif.

NOMOR REKENING :

BANK MUAMALAT INDONESIA Kode bank : 147 a.n. YAYASAN WAKAF DARUS-SUNNAH No. Rek: 390.000.2641

BANK CENTRAL ASIA/ BCA Kode Bank : 014 a.n. YAYASAN WAKAF DARUS-SUNNAH a.n Rek: 676.041.6876

BANK SYARI’AH MANDIRI a.n Darsun Care Rek: 73113 88888

Atau bisa melalui link berikut :

https://nucare.id/program/wakafpesantren

Kitabisa.com: https://bit.ly/WakafDarusSunnahKitaBisa

Konfirmasi Pembayaran:

1. Ust Luthfi : 0877-2099-2460

2. Ust Irfan. : 0812-8912-8455

Yuk, wakaf untuk Darus-Sunnah, Pesantren Hadis Pertama di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here