Benarkah Pohon Khuldi yang Dilarang Allah kepada Adam?

4
9920

BincangSyariah.Com – Peristiwa tentang keluarnya Nabi Adam dan Hawa dari surga karena mendekati sebuah pohon dan memakan buah yang telah Allah larang telah diceritakan beberapa kali oleh Alquran. Larangan untuk menjauhi sebuah pohon di surga ada yang hanya menyebut dengan syajarah saja, namun ada pula yang menyebut dengan syajaratul khuldi

Dalam beberapa cerita yang sering kita dengar tentang kisah tersebut bahwa pohon yang Allah larang untuk didekati Nabi Adam dan Hawa bernama pohon khuldi. Maka nama buah yang dimakan oleh Adam dan Hawa bernama buah khuldi. Dalam surat Thaha: 120,

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى

Artinya: kemudian setan membisikkan kepadanya dengan berkata, “wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Q.S Thaha: 120)

Dalam ayat tersebut Allah mengemukakannya dengan sebutan syajarotul khuld. Namun benarkah pohon tersebut benar-benar bernama pohon khuldi? Buah apa yang kala itu Nabi Adam dan Hawa makan?

Dalam tafsir At-Thabari, Imam Thabari menafsirkan bahwa penyebutan Khuld bermakna pohon yang akan membuat kekal bagi yang memakannya. Kemudian ia mengemukakan hadis riwayat Imam Ahmad:

فقال أبو داود الطيالسي: حدثنا شعبة عن أبي الضحاك سمعت أبا هريرة يحدث، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “إن في الجنة شجرة يسير الراكب في ظلها مائة عام، ما يقطعها وهي شجرة الخلد” . ورواه الإمام أحمد.

Artinya: Kemudian berkata Abu Daud At-Thayalisi, “menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abi Dhahak, aku mendengar Abu Hurairah bercerita dari Nabi Shallaallu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang apabila seorang menaiki kendaraan untuk melewati bayangannya selama seratus tahun maka takkan habis (bayangan tersebut) pohon itu bernama pohon khuldi” (HR. Imam Ahmad)

Selain dalam surat Thaha: 120, Allah mengisahkan larangan kepada Nabi Adam dan Hawa untuk menjauhi sebuah pohon di surga juga termaktub dalam surat Al-Baqarah [2]: 35,

Baca Juga :  Pohon Pindah Ke Tanah Orang Lain Akibat Longsor, Bagaimana Hak Miliknya?

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: Dan telah kami katakan, “wahai Adam! diamilah oleh engkau surga bersama istrimu. Dan makanlah (apa yang ada di dalamnya)  dengan nikmat sesukamu dan janganlah kalian berdua dekati pohon ini maka nanti kalian termasuk orang-orang yang zalim.”

Imam Albaghawi dalam kitab tafsir yang juga masyhur dengan kitab tafsir Albaghawi menerangkan hal yang serupa dengan Imam At-Thabari. Begitu juga dalam kitab Anwaru At-tanzil wa Asraru At-ta’wil karya Imam Al-Baidhowi dan Imam Jamaluddin al-Qasimi dalam kitabnya Mahasinu at-Ta’wil berpendapat yang senada.

Namun Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya yang juga bernama tafsir Ibnu Katsir menafsirkan surah al-Baqarah: 39 adalah dengan menyebutkan bahwa pohon yang dilarang oleh Allah untuk didekati adalah pohon buah kurma. Ibnu Katsir mengutip hadis mauquf dari Ibnu Jarir:

“Ibnu Jarir berkata dan Ibnu Hatim: Muhammad bin Ismail bin Samroh Al-ahmasi menceritakan kepada kami, Abu Yahya Al-himai  menceritakan kepada kami, An-Nadhr Abu Umar Al-Kharraz dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas berkata: pohon yang dilarang Allah kepada Adam adalah Sunbulah (tangkai).”

Menurut hemat penulis bahwa narasi diungkapkan oleh beberapa ahli tafsir kebanyakan tidak menentukan nama pohon apa yang dimakan oleh Adam dan Hawa kala di surga. Ini menunjukkan bahwa penamaan ini memang tidak disebutkan oleh Allah. Sebab tak ada hadis yang jelas dan secara gamblang menjelaskan jenisnya. Kebanyakan ahli tafsir hanya menerangkan makna dari kata khuld. Itu artinya ahli tafsir tidak begitu mempermasalahkan terkait nama pohon apa yang dimakan Adam dan Hawa. Wallahu A’lam.

4 KOMENTAR

  1. Masyaallah allah saja tidak pernah merinci pohon itu,hanya saja melarang mendekatinya.setan yg telah berbohong menyebut itu buah khuldi.

  2. Anda betul, pohon keabadian artinya berketurunan, beranak pinak, berkeluarga…, sehingga akan abadi hidup mu (genetik mu) dilanjutkn oleh anak keturunan mu…
    Begitu kira2 …

  3. قُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

    Artinya: Dan telah kami katakan, “wahai Adam! diamilah oleh engkau surga bersama istrimu. Dan makanlah (apa yang ada di dalamnya) dengan nikmat sesukamu dan janganlah kalian berdua dekati pohon ini maka nanti kalian termasuk orang-orang yang zalim.”

    Allah S.W.T tidak menyebut jenis pohon apa cuma melarang adam mendekatinya.

    فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى
    Artinya: kemudian setan membisikkan kepadanya dengan berkata, “wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Q.S Thaha: 120)

    setan( hawa nafsu) pada diri adam telah berbisik padanya untuk mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya agar kekal menjadi Tuhan yg memiliki kerajaan yg tidak akan binasa.

    wassalamualaikum wr.wb,
    ustadz sayyid habib yahya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here