Benarkah Ahlan wa Sahlan Artinya Selamat Datang?

0
5775

BincangSyariah.Com – Ungkapan Ahlan wa Sahlan sering terdengar di berbagai acara khususnya acara keislaman atau menjadi tulisan penanda masuknya ke tempat-tempat tertentu seperti sekolah Islam atau pesantren. Kalimat yang merupakan ungkapan bahasa Arab ini seringkali dijadikan ungkapan untuk menunjukan sambutan seseorang. Misalnya, “Ahlan wa Sahlan Wali Murid Sekolah Dasar Islam ~A~ di Acara Perpisahan Sekolah”, dan lain sebagainya. Karena itu, ia kadang dipahami secara singkat maknanya adalah “selamat datang”, tapi benarkah arti aslinya adalah selamat datang ?

Jawabannya, mengartikan Ahlan wa Sahlan dengan selamat datang tidak sepenuhnya benar tapi juga tidak keliru sama sekali. Alasan dari tidak sepenuhnya benar adalah karena kalimat tersebut arti aslinya sama sekali bukan selamat datang. Ungkapan tersebut terdiri atas tiga unsur kata itu, Ahlan, wa, dan Sahlan. Kata Ahl artinya keluarga, wa artinya dan, serta sahl artinya mudah. Namun, ungkapannya tidak bisa diterjemahkan secara harfiah (sehingga membingungkan bukan mengatakan ungkapan “keluarga dan mudah” untuk menyambut seseorang. Ungkapan tersebut memiliki kata yang dihilangkan, sehingga kalimat lengkapnya adalah laqiyta/shaadafta ahlan wa nazalta sahlan. Artinya adalah “engkau bertemu keluargamu dan engkau menerima kemudahan.” 

Kalimat atau ungkapan tersebut kira-kira memiliki pesan bahwa siapapun yang sedang menjadi tamu atau datang ke rumah kita dengan tujuan yang baik, ia harus diterima dengan baik layaknya menerima keluarga sendiri. Selanjutnya, pesan dari nazalta sahlan adalah, tamu selain dianggap sebagai keluarga sendiri, juga harus dipermudah segala urusannya saat menjadi tamu.

Oh ya, pernyataan saya bahwa kata ahlan wa sahlan kemudian diartikan selamat datang tidak sepenuhnya keliru, karena memang penggunaan praktisnya untuk menyatakan demikian. Dalam banyak penerjemahan ungkapan ahlan wa sahlan ke bahasa lainnya, ia diterjemahkan selamat datang. Seperti dalam bahasa Inggris, ungkapan tersebut diartikan dengan “Welcome”.

Baca Juga :  Kuburan Akan Bertanya Enam Hal Ini pada Orang yang Baru Meninggal, Kok Bisa?

Mengapa Digunakan Ahlan wa Sahlan untuk Menyambut Tamu ?

Lalu mengapa orang Arab menggunakan ungkapan Ahlan wa Sahlan untuk menyambut tamu ?

Saya belum menemukan buku yang khusus menjelaskan soal itu. Tapi dalam sebuah situs bernama lisanularab, saya menemukan penjelasan yang bagus. Orang Arab menggunakan ungkapan Ahlan wa Sahlan berangkat dari konteks wilayah mereka yang kering dan sering melakukan perjalanan jauh melewati wilayah tandus, bergunung-gunung, dan tidak menemui siapapun dalam jarak yang cukup jauh. Bagi para pelancong yang melewati kondisi alam yang demikian, tidak ada perasaan yang paling diinginkan selain diterima oleh seseorang dengan penuh kemudahan, bahkan diberikan kemudahan-kemudahan agar sang musafir dapat meneruskan perjalanannya dengan baik. Misalnya, dibantu diberikan air dan perbekalan lainnya. Dan tuan rumah bisa berbuat baik, karena ia menganggap tamunya adalah keluarga sendiri.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here