Belajar Tauhid; Cara Kita Meyakini bahwa Allah swt. itu Hidup

0
1194

BincangSyariah.Com – Al-Hayat atau hidup adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib Allah swt. Lalu bagaimana cara kita meyakini bahwa Allah swt. itu hidup?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman atau meyakini bahwa Allah swt. itu hidup adalah sebagai berikut.

هو ان نعتقد أن الله تعالى حي وان حياته سبحانه ليست كحياتنا، فان حياتنا بوسائط كجريان الدم والنفس، وحياة الله سبحانه ليست بواسطة شيئ. وهي قديمة باقية لايلحقها العدم والتغير اصلا.

Yakni kita meyakini bahwa Allah ta’ala itu hidup, dan hidupnya tidak sama dengan hidup kita, hidup kita melalui perantara-perantara seperti (butuh adanya) aliran darah dan nafas, sedangkan hidup Allah yang Maha Suci itu tidak butuh perantara apapun. Hidupnya sejak dahulu dan kekal/abadi dan hidupnya sama sekali tidak didahului dengan tidak ada serta adanya perubahan.

Berdasarkan keterangan Syekh Thahir tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Kita harus meyakini bahwa Allah swt. itu hidup.
  2. Hidupnya Allah swt. itu tidak sama dengan makhlukNya.
  3. Hidup Allah swt. itu tidak butuh dengan alat atau perantara yang membantunya. Tidak seperti manusia yang hidupnya butuh adanya nafas, nyawa, aliran darah, dan komponen-komponen lainnya yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya.
  4. Hidup Allah swt. itu sudah sejak dahulu yang tidak didahului dengan tidak ada, berbeda dengan makhlukNya yang hidupnya setelah tidak ada.
  5. Hidup Allah swt. itu kekal dan abadi. Allah swt. sangat mustahil mati atau hancur, karena jika demikian, maka bumi ini telah hancur karena tidak ada yang mengatur lagi, dan otomatis Dia akan sama dengan makhlukNya yang pasti akan mati. Padahal Allah swt. memiliki sifat Al-Mukhalafatu lil Hawaditsi atau berbeda dengan makhlukNya.
  6. Hidup Allah swt. itu tidak berubah-ubah. Berbeda dengan makhlukNya yang pasti ada perubahan di dalam hidupnya. Baik itu perubahan secara fisik maupun karakter dan nasib.
Baca Juga :  Karamah Rabiah Al-Adawiyah, Datangkan Bawang Putih dalam Sekejap Mata

Allah swt. di dalam Al-Qur’an berfirman:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), (Q.S. Al-Baqarah/2: 255)

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya (Q.S. Al-Furqan/25: 58).

Demikian cara kita meyakini bahwa Allah swt. itu hidup. Di mana hidupNya tidak sama dengan makhlukNya yang butuh komponen-komponen lain untuk keberlangsungan kehidupannya. Dan Allah swt. itu hidup selamanya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here