Belajar Tauhid; Begini Cara Kita Mengimani Ilmu Allah Swt.

0
2714

BincangSyariah.Com – Al-Ilmu atau mengetahui adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib Allah Swt. Lalu bagaimana cara kita mengimani ilmu Allah Swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman atau meyakini ilmu Allah Swt. itu adalah sebagai berikut.

هو ان نعتقد أن الله تعالى موصوف بالعلم، وانه بكل شيئ عليم: يعلم الاشياء كلها ظاهرها وباطنها ويعلم عدد حبات الرمل وعدد قطرات المطر واوراق الشجر ويعلم السر واخفى ولاتخفى عليه خافية وعلمه ليس بمكتسب، بل يعلم الأشياء فى الأزل قبل وجودها.

Yakni kita meyakini bahwa Allah ta’ala itu disifati dengan sifat “ilmu” (mengetahui). Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia mengetahui semua hal, baik zahir maupun batinnya. Dia mengetahui jumlah butiran pasir, tetesan hujan, dan dedaunan pohon. Dia pun tahu yang rahasia dan samar, karena yang samar baginya menjadi tidak samar. IlmuNya tidaklah perlu diusahakan, bahkan Dia mengetahui segala sesuatu di zaman azali sebelum semuanya wujud/ada.

Berdasarkan penjelasan Syekh Thahir tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Kita wajib meyakini bahwa Allah Swt. itu memiliki sifat Al-Ilmu/ mengetahui.
  2. Ilmu Allah Swt. itu meliputi segala sesuatu, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Baik yang zahir maupun yang bathin. Baik pengetahuan secara global maupun terperinci. Bahkan Allah Swt. dapat mengetahui jumlah butiran-butiran pasir, tetesan-tetesan hujan yang turun dari langit, dan mengetahui jumlah daun-daun yang ada di pohon.
  3. Ilmu Allah Swt. itu dapat menembus sekat-sekat rahasia yang sangat tersembunyi dan samar sekalipun, karena bagi Allah Swt. tidak ada yang samar, semuanya tampak jelas di dalam pengetahuanNya.
  4. Ilmu Allah Swt. itu tidak perlu diusahakan dengan cara apapun. Berbeda dengan makhlukNya yang harus diusahakan dengan belajar, mencari banyak pengalaman serta percobaan.
  5. Ilmu Allah Swt. itu sudah ada sejak zaman azali, sejak segala sesuatu yang ada itu diadakan olehNya. Berbeda dengan ilmu manusia yang diawali dengan ketidaktahuan, kemudian melalui proses pembelajaran, hingga ia berilmu pengetahuan.
Baca Juga :  Menurut Kiai Sholeh Darat, Sebaiknya Ulama itu Harus Berpenampilan Elegan

Allah Swt. di dalam Al-Qur’an berfirman:

يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.(Q.S. At-Taghabun/64: 4).

وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ اِلَّا هُوَۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(Q.S. Al-An’am/6: 59)

Lalu ketika kita mengetahui bahwa Allah Swt. itu pengetahuanNya meliputi segalanya, lantas apakah kita tetap akan berani berbuat maksiat kepadaNya? Masihkah kita tidak sadar bahwa Dia selalu mengetahui gerak gerik, tindakan, serta ucapan kita? Sekali lagi, Dia Maha Mengetahui yang tampak maupun yang samar dari makhlukNya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here