Belajar Takut kepada Tuhan dari Jalaluddin Rumi

0
1206

BincangSyariah.Com – Takut merupakan bentuk ketidakberdayaan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh seseorang dalam mengarungi kehidupannya. Selagi bersama Allah, tidak ada yang perlu ditakutkan dan disedihkan lagi. Firman Allah dalam Q.S. At-Taubah ayat 40:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.”

Agar jiwa selalu tenang, maka tidak ada yang perlu ditakuti kecuali takut kepada Allah. Takut kepada Allah akan segala yang Allah akan timpakan jika tidak mematuhi perintahNya, dan semua perintahNya jika dilaksanakan akan memberikan ketenangan. Rumi berdendang lewat puisi indahnya:

Aku mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan,

aku mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang.

Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.

Kenapa aku harus takut? Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.

Rumi menegaskan dalam puisi tersebut jika hidup hanyalah perputaran roda saja. Hidup juga drama seri yang akan tamat pada waktunya, dengan lakon yang berbeda sesuai dengan karakter yang diberikan Tuhan. Lantas kenapa harus takut pada perputaran roda tersebut? Cukuplah Allah yang perlu kau takutkan, hingga apa yang Allah perintahkan ia lakukan dengan penuh cinta.

Puisi tersebut mengajarkan pada kita bahwa kehidupan ini selalu berputar. Ia mati sebagai benda dan berubah pada kehidupan selanjutnya sebagai benda. Dan setelah tumbuh di dunia seperti tumbuhan yang mengalami berbagai musim, ada musim semi, gugur, panas, dan musim dingin, semuanya dialaminya dengan penuh kesabaran, tak pernah mengeluh pada Tuhan, tapi ia terus bersyukur akan kehidupan yang diberikan olehNya. Bahkan tak pernah berhenti bertasbih dan berzikir atas kebesaran Allah Swt.

Nah, dari berbagai proses kehidupan tersebut, manusia tidak perlu takut walau dalam posisi sekarat sekalipun, sekali lagi cukup takutlah pada Allah. Karena kematian pun hanya bagian dari proses berhentinya waktu, tapi tidak akan berhenti berproses menuju balasan Tuhan, jika kehidupannya hanya diperuntukkan untuk Tuhan, kematian adalah terminal menuju Tuhan, kenapa harus takut dengan kematian?
Irama tersebut senada dengan Kalam Allah dalam Q.S. Ali Imran ayat 175:

Baca Juga :  Kritik terhadap Bertrand Badie Soal Modernisasi Politik di Dunia Muslim

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here