Bahaya Ucapan yang Melebihi Porsinya Menurut Imam Ghazali

0
1902

BincangSyariah.Com – Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa bahaya lidah itu sangat besar dan menyentuh seluruh dimensi kehidupan. Apalagi di era sekarang bahaya lidah tersebut menyebar sampai ke ruang-ruang digital dalam bentuk hate speech dan hoaks.

Menurut Imam Ghazali tidak ada cara lebih efektif untuk bisa selamat dari bahaya lidah kecuali dengan bersikap proporsional dalam berbicara dengan tidak berucap melebihi porsinya.

Misal, jika ia bukanlah seseorang yang mendalami ilmu-ilmu agama dengan tahapan yang benar, hendaknya ia menghindari dari memberikan fatwa kepada orang lain. Hal itu bisa dikatagorikan sebagai tindakan yang tidak bertanggungjawab. Sebab dalam Islam sendiri misalnya, terdapat prasyarat keilmuan yang harus dilalui seseorang sebelum ia menyatakan diri sebagai pendakwah.

Maka sungguh beruntung orang yang dapat menahan lidahnya dari berbicara yang melebihi porsinya. Sebagaimana dalam sebuah kesempatan Rasulullah pernah bersabda

طوبى لمن أمسك الفضل من لسانه وأنفق الفضل من ماله

“Sungguh beruntung orang yang mampu menahan lidahnya dari berbicara yang melebihi porsinya dan mau membelanjakan kelebihan dari harta yang dimilikinya di jalan Allah. (HR. Tirmidzi)

Menjaga lidah bukan hanya masalah menahan ucapan, tapi berucap dengan bijaksana. Memang hal itu sulit, karenanya Rasulullah menjanjikan bagi siapa saja yang mampu menjaga lidahnya dengan jaminan masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini:

من يتكفل لي ما بين لحييه ورجليه أتكفل له بالجنة

“Barang siapa bisa menjamin untukku anggota tubuh yang terletak di antara jenggot-jenggotnya dan dua kakinya, niscaya aku akan menjamin surga untuknya.” (HR. TIrmidzi)

Dua anggota tubuh yang dipesankan Rasulullah agar dijaga dalam hadis ini adalah lidah dan kemaluan. Lidah yang tidak dijaga akan merusak hubungan di antara manusia dan menyakiti hati sesama, paling bahaya jika lidah jadi wasilah menyesatkan orang lain. Demikianlah dahsyatnya bahaya lidah sehingga Rasulullah menyandingkannya dengan perintah menjaga hasrat seksual yang mana agar tidak terjerumus pada zina.

Baca Juga :  Riwayat Penyaliban Yesus dalam Literatur Tafsir Modern

Tentu jaminan surga yang dijanjikan Rasulullah tidaklah berlebihan, sebab menjaga lidah termasuk salah satu ciri kesempurnaan Islam seseorang. Menurut Imam Ghazali menjaga lidah dengan berusaha berbicara sesuai porsinya merupakan bagian dari ilmu hikmah, namun sayang sangat sedikit orang yang bisa melakukannya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here