Bahaya Mengkonsumsi Makanan Haram Menurut Imam Ghazali

0
362

BincangSyariah.Com – Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah memperingatkan kepada umat Islam tentang betapa bahayanya jika perut diisi dengan makanan haram. Beliau menyebutkan,

والشبع من الحلال مبدأ كل شر، فكيف من الحرام وطلب الحلال فريضة على كل مسلم، والعبادة مع أكل الحرام كالبناء على السرجين.

“Jika kenyang dari makanan halal merupakan awal segala keburukan, bagaimana jika dari yang haram? Mencari sesuatu yang halal merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Beribadah dan menuntut ilmu yang disertai mengkonsumsi makanan haram seperti membangun di atas kotoran hewan”

Itu berarti ada kemungkinan ibadahnya tidak diterima oleh Allah Swt dan ilmu yang diperolehnya bisa jadi tidak akan bermanfaat baginya. Sebab barang haram yang masuk ke tubuh seseorang akan mengeraskan akal dan hati untuk menerima ilmu atau hikmah. Sehingga bukannya semakin mendekat kepada Rabb-nya, tapi malah semakin menjauh.

Allah melarang hamba-Nya mengonsumsi makanan haram, bukanlah untuk mempersulit sebab barang yang halal sangat banyak di dunia ini dibandingkan dengan yang diharamkan.

Imam Ghazali juga menyebutkan bahwa seorang Muslim tidak perlu mempersulit dengan meyakinkan dirinya dengan menyelidiki hal-hal yang tersembunyi. Cukup menjaga diri dari yang sudah jelas diketahui bahwa itu adalah haram. Atau setelah di­lihat dari ciri-ciri yang terkait dengan harta tersebut, engkau bisa menduga bahwa itu adalah haram.

Apa yang sudah diketahui tampak jelas secara lahir, semen­tara yang bersifat dugaan tampak dengan adanya ciri­-ciri. Misalnya harta penguasa dan para pekerjanya, har­ta orang yang tak bekerja kecuali dengan cara menjual khamar, riba, judi, dan sebagainya. Jika ia mengetahui bahwa sebagian besar hartanya adalah haram, maka apa yang diterima darinya, walaupun mungkin halal, ia termasuk haram karena adanya dugaan yang kuat tadi.

Baca Juga :  Empat Ilmu dalam Surah al-Fatihah

Adapun yang jelas-jelas haram adalah memakan harta wakaf tanpa izin atau syarat dari si pemberi wakaf. Siapa yang melakukan maksiat, kesaksiannya tertolak, dan wakaf.

Jadi berusahalah agar perut kita tidak terisi dengan ba­rang haram atau syubhat. Berusahalah untuk mencari yang halal. Jika engkau telah mendapatkan yang halal, berusahalah mengkonsumsinya tidak sampai kenyang.

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here